Gaya Hidup Agregasi    Rabu, 08 Agustus 2018 / 19:55 WIB

Masih Menunggu Fatwa MUI, Imunisasi Rubella Jalan Terus

PROGRAM imunisasi Measles Rubella (MR) tengah berlangsung di luar Pulau Jawa. Namun banyak masyarakat menolak karena dianggap bahan vaksin yang dipakai belum halal.

Pemerintah telah duduk bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas sertifikasi kehalalan vaksin MR ini. Hal ini akan tetap diusahakan pemerintah karena harus melindungi anak-anak dari ancaman penyakit campak dan rubella.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kemudian dilanjutkan dengan kampanye kepada masyarakat agar tetap mengikuti pelaksanaan imunisasi MR ini tanpa harus khawatir. Pemerintah pun menunggu fatwa dari MUI lebih lanjut.

“Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i, dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR," ujar Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, lewat siaran persnya, Selasa (7/8/2018).

Menkes Nila menambahkan, pemberian imunisasi MR kepada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun harus dilaksanakan. Kekebalan tubuh mereka masih tergolong lemah untuk menangkal penyakit, termasuk campak dan rubella.

Kedua penyakit itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan anak lahir tuli dan kematian dini akibat campak. Orangtua harus ikut memberantas risiko tersebut dengan cara mengajak anaknya untuk imunisasi.

"Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR," imbuhnya.

Dia juga tak henti-hentinya bersosialisasi secara persuasif kepada masyarakat agar mau mengantarkan anaknya imunisasi di sekolah ataupun fasilitas kesehatan. Menurutnya, masyarakat harus diberi pemahaman tepat akan pentingnya imunisasi.

"Masyarakat harus meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadarannya tentang pentingnya imunisasi MR ini," pungkasnya. (*)