Mahasiswi UPN Veteran Yogya ini Ternyata Penembak Jitu

Atlit menembak perempuan Almaas Rosi Nur Amalia. (KR-Mahar Prastiwi )

DARA berusia 21 tahun ini pernah terkena lontaran selongsong peluru yang panas sehingga hidungnya melepuh. Namun demi hobi, ia tak kapok dengan risiko yang mungkin akan ia alami lagi. 

Nama lengkapnya Almaas Rosi Nur Amalia (21), biasa dipanggil Almaas, mahasiswi Jurusan Manajemen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogya ini memilih menekuni olahraga menembak sebagai hobi. Risiko terhadap olahraga yang harus menembak dengan jitu ke sasaran ini sudah disadari Almaas sejak awal. 

Baca : 

Sarwidi, Penyelamat Penyu dari Pantai Pelangi
Selama 20 Tahun, Dosen UGM Ini Koleksi 500 Kaus Bekas Pemain Bola
Kusnandar, Driver Gojek yang Selalu Bawa Selang untuk Tolong Orang

Kulit yang belang karena terlalu sering berlatih di terik matahari. Hingga terkena pantulan selongsong peluru yang masih panas adalah konsekuensi dari hobinya. 

“Ya pastinya sakit, karena selongsong peluru sangat panas setelah terlontar. Pernah juga selongsong peluru terlontar dari senjatanya justru masuk ke kacamata. Untungnya tidak mengenai mata. Sampai melepuh karena kena hidung,” ungkap putri pasangan Rochmat W Prabowo dan Bebasari Sitarini ini.

Berkat kedisiplinannya, dara cantik asli Yogyakarta ini, berhasil masuk peringkat pertama skala nasional untuk kategori ladies.

Almaas ini mengaku awalnya tidak tertarik dengan olahraga menembak yang ditekuni ayahnya. Sementara papa dari Almaas sebenarnya sudah bergabung di Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) sejak 2003. Namun saat itu Almaas tidak tertarik dengan dunia menembak. 

“Suka dengan olahraga menembak malah tidak sengaja. Sekitar Oktober 2016 kan mau minta uang ke papa untuk membuat Visa. Tapi sama papa disuruh mencoba menembak dulu di lapangan tembak. Sejak itu malah jadi penasaran dengan dunia menembak dan keterusan sampai sekarang,” terang Almaas saat ditemui KR di sela-sela Kejuaraan Kapolda Cup 2018 baru-baru ini.

Saat latihan menembak, dia bisa belajar mengatur emosi. Saat membidik sasaran, jika emosinya tidak stabil dan gregetan, arah tembakan malah makin melenceng. 

“Saya bisa belajar kontrol emosi, efisien dalam menentukan langkah dan makin fokus. Selain itu dengan menembak bisa melatih kedisiplinan,” urai sulung dari dua bersaudara ini.

Biasanya Almaas berlatih dua minggu sekali. Tapi mendekati lomba, Almaas meningkatkan latihan hingga empat kali dalam seminggu. 
Setiap mengikuti perlombaan, Almaas berusaha memberikan yang terbaik. Support dari kedua orangtuanya juga sangat berpengaruh dalam capaiannya selama ini. Kedepan, Almaas tetap akan fokus menekuni olahraga menembak. 

Dalam waktu dekat, dia juga akan mengikuti kejuaraan menembak di Bali dan Thailand. “Papa selalu memberikan support, agar bisa menjadi yang terbaik. Meski cewek tapi tidak boleh kalah dengan kemampuan atlet pria. Kalau bisa tiap kali kejuaraan bisa masuk 5 besar overall,” tutup Almaas. (R-2) 

 

Tulis Komentar Anda