Pendidikan Editor : Agus Sigit Rabu, 18 Juli 2018 / 01:10 WIB

Hebat! Anak Bakul Mie Ayam Jadi Wisudawan Terbaik UPN Veteran

SLEMAN (KRJogja.com) - Berasal dari keluarga kurang mampu tak membuat Tri Wahyuningsih (22), patah semangat. Keterbatasan justru mengantarkannya menjadi penerima Karya Cendekia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) pada acara Wisuda Magister Sarjana Diploma Periode 4 TA 2017/2018, (Sabtu 14/7/2018).

Karya Cendekia merupakan penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa yang menjadi wisudawan terbaik. Berdasarkan prestasi akademis, lama masa studi, prestasi di luar kampus, dan aktif di kegiatan organisasi maupun sosial. Pemberian penghargaan ini sudah berlangsung sekitar 18 tahun dan diberikan kepada mahasiswa setiap periode wisuda.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Tri Wahyuningsih (22) berhasil mendapatkan penghargaan Karya Cendekia melalui perjuangan keras. Perempuan kelahiran Gunung Kidul, 2 April 1996 itu menuturkan untuk membesarkan dan membiayai adiknya sekolah, ayahnya yang bernama Sriono hanya mengandalkan uang dari berdagang mie ayam. Untuk membantu ekonomi keluarga, sang ibu bekerja sebagai penjaga kost. Selama 18 tahun, Ayu dan keluarganya menempati rumah kontrakan yang dipinjamkan oleh pemilik kost.

Cita – citanya yang tinggi untuk melajutkan kuliah memacu Ayu untuk mencari jalan mendapatkan beasiswa. Berbekal informasi yang diperolehnya di internet, Ayu mendaftar UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) pada jurusan Teknik Geologi sebagai pilihan pertama dan Manajemen di pilihan ke dua. Pada tahun 2014, Ayu resmi menjadi salah satu mahasiswa Program Studi Manajemen UPNVY dengan pembiayaan program bidikmisi.

Meskipun mendapatkan beasiswa, Ayu tetap menyambi bekerja paruh waktu sebagai marketing di salah satu kantor di Yogyakarta selama dua semester. Uang hasil bekerja ia gunakan untuk membeli keperluan kuliah. Namun seiring dengan tugas kuliah yang semakin banyak kemudian ia berhenti bekerja dan fokus belajar.

Diceritakan Ayu, pada masa awal perkuliahan dirinya sempat tidak bersemangat. Pasalnya program studi yang ia tempuh bukanlah yang selama ini diidamkan. Hasilnya selama tahun pertama kuliah ia hanya mendapat Indeks Prestasi 2,7.

“Saat itu saya malas kuliah, males liat kurva-kurva. Pernah telat pas ujian akhirnya dapat E. Alhamdulillah keluarga dan teman-teman selalu memberikan semangat. Akhirnya di semester berikutnya berangsur-angsur membaik. Saya juga mengulang mata kuliah yang tidak lulus,”. Kenangnya.

Mendapatkan dorongan dari keluarga dan orang tua memberikan energi baru bagi Ayu untuk memperbaiki nilai kuliah. Pada semester 5 dan 6 ia berhasil mendapatkan Indeks Prestasi 4,0. Tak hanya nilai yang membaik, Ayu juga aktif dalam ajang perlombaan.

Tercatat Ayu pernah menjadi penulis dan presenter pada The Regional Geoheritage Conference Provinsi Khon-Kaen, Thailand 2018, penulis dan presenter pada International Conference on Green Agro-Industry 2017,  penulis dan presenter pada International Paper Contest Mining 2017 Universitas Negeri Padang 2017, penulis dan presenter pada Paper International SAKAMAGA ITB 2017.

Ayu juga pernah menjuarai beberapa perlombaan seperti Basket dan MTQ. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif menjadi pengurus Kelir Magazine Part Of National Geographic Regional Yogyakarta, pengurus BPPM Kliring, Anggota Aktif UKM Bola Basket, menjadi asisten penelitian, dan aktif di berbagai seminar maupun kepanitiaan. Hasil kerja keras Ayu pun tak sia-sia. Ia berhasil mengantongi IPK 3.85 dan masa studi selama 3 tahun 10 bulan, dan berhak mengenakan selempang hitam bertuliskan cumlaude. (Humas/MG 19)