Tiga Hektare Sawah Puso, Ratusan Hektare Lain Terancam Gagal Panen

Tanaman padi di Bagelen dibiarkan tidak terawat. Foto : Jarot Sarwosambodo

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Sedikitnya 950 hektare sawah padi di Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Banyuurip, Ngombol, Butuh dan Purworejo terancam gagal panen akibat kekeringan beberapa bulan terakhir. Petani terus berupaya menyelamatkan tanaman padi dengan pompanisasi. 

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Eko Anang SW mengatakan, petani mencoba mengantisipasi kemarau dengan memajukan musim tanam. "Tidak ada yang terlambat tanam, semua sesuai jadwal yang dibuat untuk antisipasi kemarau. Namun kemarau maju, sehingga sulit mendapat air sebelum tanaman padi dewasa," tuturnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (13/7).

Petani sudah sulit mengandalkan pengairan dari sistem irigasi di wilayah mereka. Petani secara berkelompok menyedot air dari beberapa sungai yang masih mengalir di sekitar sawah mereka. Pemerintah juga memberi bantuan mesin pompa pada kelompok tani di daerah kekeringan.

Namun sebagian membiarkan sawahnya dan tetap menunggu padi menguning meski hasil panen tidak seberapa, namun sebagian tanaman gagal diselamatkan. Sawah yang gagal panen terdata seluas kurang lebih tiga hektare di Kecamatan Butuh. Kendati demikian, Eko optimis sebagian besar budidaya padi selamat dari musim kemarau. "Luas tanam total 24.535 hektare dan kondisi bulir gabah sudah menguning dan siap panen, sehingga tidak butuh air dalam jumlah banyak," terangnya. (Jas)

Tulis Komentar Anda