Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 13 Juli 2018 / 06:31 WIB

Berlafal Allah Berbeda, Al Quran Ini Diduga Palsu

KALTIM, KRJOGJA.com - Penemuan Alquran di Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur, membuat heboh warga. Alquran tersebut mengandung keanehan.

Sejumlah warga yang sempat membaca Alquran itu menduga palsu. Sebabnya, lafal Allah yang ada dalam Alquran tersebut dianggap tidak lazim.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Baca Juga: Spesial, Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 Ternyata Cukup Lama

Alquran tersebut memuat tulisan Wakaf Mushaf Al Madinah. Warga kemudian melaporkan hal itu ke Kementerian Agama Kutai Timur.

Kepala Kemenag Kutai Timur, Ambotang, menjelaskan, Alquran tersebut bersampul warna biru dihiasi tinta emas. Dia mengaku sempat membandingkan Alquran tersebut dengan Alquran yang biasa dipakai di Indonesia.

Menurut Ambotang, terdapat perbedaan dalam penulisan lafal Allah. Lazimnya, lafal Allah ditulis dengan harakat fathah tegak panjang di atas, sedangkan pada Alquran yang dipersoalkan warga tertulis fathah miring.

"Semua kalimat Allah berubah. Sudah kami bandingkan. Yang benar adalah memanjang ke atas. Jika dibaca akan berbeda. Satu Allah atau Alloh dalam bacaan bahasa Arab, satunya Ala," kata Ambotang.

Ambotang mendapat informasi dari warga, Alquran tersebut berasal dari perusahaan tambang. Terdapat stempel perusahaan tersebut di bagian sampul.

Terkait temuan ini, Ambotang mengatakan pihaknya perlu berkonsultasi lebih dulu dengan sejumlah pihak.

"Hal ini akan kami bicarakan internal dulu. Setelah itu, kami akan bahas pada semua tokoh agama, khususnya MUI," tutur dia.

Ambotang meminta warga melapor ke Kemenag jika kembali menemukan Alquran serupa. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya.

" Sangat membahayakan. Ada keganjian di dalamnya. Perlu ditelusuri dulu. Untuk itu, silakan warga menyerahkan kepada kami," kata dia.(*)