Zonasi Diterapkan, 9 SMA Malah Kekurangan Siswa

Suasana pendaftaran ulang siswa baru hasil PPDB 2018 di SMA Negeri 1 Gombong. (Foto: Dasih Darmawati)

KEBUMEN KRJOGJA.com - Akibat sistem zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2018 di 14 SMA Negeri se Kabupaten Kebumen, 9 sekolah kekurangan siswa baru. Hanya 4 sekolah,  yaitu SMA Negeri 1 Kebumen, SMA Negeri 2 Kebumen, SMA Negeri 1 Karanganyar dan  SMA Negeri 1 Gombong yang daya tampungnya terpenuhi 100 persen. 

"Bahkan yang memprihatinkan, di antara 9 sekolah yang tak terpenuhi daya tampungnya,  ada yang perolehan siswa barunya sangat minim. Seperti SMA Negeri 1 Karangsambung hanya  mendapatkan 45 siswa atau hanya 25 % dari daya tampungnya sebanyak 180 siswa. Sedangkan SMA Negeri 1 Buluspesantren hanya mendapatkan 62 siswa atau 31 % dari daya tampungnya  sebanyak 198 siswa," ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Kebumen,  Rachmat Priyono MPd, di ruang kerjanya, Kamis (12/07/2018).

Rachmat yang juga Kepala SMA Negeri 1 Kebumen menyatakan keheranannya dengan perolehan minim  sekolah-sekolah tersebut, padahal SMA Negeri 1 Karangsambung berada di zona yang meliputi Karangsambung, Sadang, Karanggayam, Alian dan beberapa kecamatan di Kabupaten Banjarnegara  bagian selatan dan SMA Negeri 1 Buluspesantren yang zonanya meliputi Buluspesantren, Ambal, Klirong dan Kebumen.
 
"Ternyata sistem zonasi tak menjamin sebuah sekolah mendapatkan siswa sesuai kapasitas,"  ujar Rachmat.

Adapun 7 sekolah lainnya yang kekurangan siswa baru adalah SMA Negeri 1 Ayah (59 %),  SMA Negeri 1 Petanahan (60 %), SMA Negeri 1 Mirit (60 %), SMA Negeri 1 Rowokele (84 %),  SMA Negeri 1 Klirong (93 %), SMA Negeri 1 Kutowinangun 95 %, SMA Negeri 1 Prembun (95 %)  dan SMA Negeri 1 Pejagoan (99,69 %).

Problem PPDB 2018 lainnya adalah penerapan kuota siswa miskin yang  memunculkan sejumlah  dampak negatip. Diantaranya, modus agar bisa diterima dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tak sesuai kenyataan.

"Di sekolah kami, hanya 79 pendaftar pengguna SKTM yang memenuhi syarat. Sedangkan 42 pendaftar berasal dari keluarga mampu, diantaranya berasal dari keluarga kaya raya yang  memiliki rumah megah dan mobil senilai ratusan juta rupiah," ujar Ketua Panitia PPDB 2018  SMA Negeri 1 Gombong, Yayat Sumjaya SPd.(Dwi)

Tulis Komentar Anda