GAUNGKAN YOGYA KOTA BATIK DUNIA

Dekranasda DIY Gelar Roadshow di Sejumlah Kota Batik

Ilustrasi

YOGYA, KRJOGJA.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY bakal menggelar roadshow di sejumlah kota batik di Indonesia untuk mengaungkan Yogya sebagai Kota Batik Dunia dan Jogja International Batik Biennale (JIBB) yang akan diadakan pada 2 hingga Oktober 2018 mendatang. Sosialisasi dan presentasi tersebut ingin lebih mengenalkan pengetahuan dan pelestarian batik bersama-sama sekaligus mengajak kota-kota batik berpartisipasi dalam JIBB 2018. 

Baca Juga: Spesial, Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 Ternyata Cukup Lama

Sekretaris Dekranasda DIY Roni Guritno mengatakan guna mensosialisasikan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia dan JIBB akan digelar raodshow di Pekalongan pada 16 hingga 17 Juli 2018. Sebab masih banyak kota-kota batik lainnya mempertanyakan kenapa Yogyakarta yang akhirnya dipilih menjadi kota batik dunia atau Jogja World Batik City. 

"Kami menggelar roadshow di sejumlah kota batik di Indonesia seperti Lasem,  Pekalongan,  Solo,  Cirebon, Madura dan sebagainya untuk lebih mengenalkan Yogya sebagai kota batik dunia yang ditetapkan Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) sejak empat tahun lalu. Kami akan mempresentasikan bagaimana sebenarnya manfaat bagi kota-kota batik lainnya di Indonesia dengan ditetapkan Yogyakarta sebagai kota batik dunia tersebut, " tutur Roni kepada KR di Kantor Dekranasda DIY Kompleks Kepatihan, Kamis (12/7/2018).

Roni mengaku sosialisasi tersebut lebih menekankan pengetahuan atau knowlagde dan pelestarian batik bukan industri secara ekonomisnya. Dengan predikat tersebut dan menjadi pintu masuk, Yogyakarta ingin mengajak kota-kota batik lainnya di Indonesia untuk bersama-sama menggungkan pengetahuan tentang batik itu sendiri. 

"Yogyakarta sebagai pintu masuk batik bisa mendunia,  jadi kami ingin mengajak mereka lebih mengendorse batik. Yang perlu diketahui persaingan batik tidak hanya di dalam Indonesia semata,  tetapi justru dengan negara-negara lainnya," ujarnya. 

Baca Juga: Spesial, Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 Ternyata Cukup Lama

Lebih lanjut Roni mengungkapkan gaung batik sendiri di DIY selama empat tahun mendapatkan gelar sebagai kota batik dunia belum begitu terasa. Namun pihaknya terus berupaya mensosialisasikan hal tersebut perlahan-lahan kepada masyarakat DIY, termasuk pengenalan dan edukasi mengenai batik sedini mungkin untuk menghidupkan sentra-sentra batik di DIY dan meregenerasi perajin batik. 

"Kami ingin kota-kota batik lainnya lebih memahami Yogyakarta bergelar sebagai kota batik dan bisa berpartisipasi dalam JIBB 2018 yang rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo serta pembicara internasional dalam simposium dan workshop batik," tambah Roni. (Ira) 

Tulis Komentar Anda