BUPATI KUKUHKAN RINTISAN DESA PELOPOR BEBAS NAPZA

Berantas Narkoba, Butuh Kerjasama Banyak Pihak

Bupati Sleman mengukuhkan rintisan desa pelopor bebas napza. (Foto: Atiek WH)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kecamatan Depok, Ngaglik, Kalasan dan Mlati menjadi wilayah paling banyak dengan kasus penyalahgunaan Napza (Narkotiba, psikotropika dan zat adiktif). Dibutuhkan sinergi yang teritegrasi baik dari TNI/Polri maupun masyarakat untuk bersama-sama memberantas penyalagunaan Napza.

Hal itu diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo ketika mengukuhkan rintisan desa pelopor bebas Napza di Pendopo Rumah Dinas, Kamis (12/7/2018). Ada 10 desa yang dikukuhkan. Desa Sambirejo Prambanan, Tegaltirto Berbah, Tamanmartani Kalasan, Bimomartani Ngemplak, Widodomartani Ngemplak, Sumberejo Tempel, dua kelompok di Sendangarum Minggir, Sendangmulyo Minggir dan Sendangrejo Minggir.

"Dengan adanya rintisan desa pelopor bebas napza ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanggulangan penyalahgunaan Napza. Apalagi yang terlibat ini adalah tokoh masyarakat dan karangtaruna desa setempat, sehingga dapat membentengi daerahnya masih-masing," ujarnya.

Tak lupa bupati juga berpesan kepada orangtua untuk memperhatikan pergaulan anaknya. Pasalnya berdasarkan hasil survei nasional, saat ini usia termuda dalam hal penyalahgunaan Napza adalah 10 tahun. "Anak 10 tahun kok sudah menjadi korban. Tentu saja perhatian orangtua harus ditingkatkan. Perhatikan pergaulan anak. Mereka pergi kemana saja. Karena kasus narkoba banyak yang bermula dari merokok yang diberikan secara cuma-cuma. Dan ternyata didalamnya terdapat kandungan yang bisa membuat ketagihan," jelasnya.

Hingga 2018, di Kabupaten Sleman saat ini memiliki 44 desa pelopor napza. Pengukuhan ini menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Sri Murni Rahayu, didasari atas keprihatinan peredaran narkoba seperti ‘penjajah’ tanpa batas disemua usia. “Karena peredaran narkoba tidak hanya pada orang dewasa saja, saat ini telah menyasar hingga anak TK,” katanya.

Murni menjelaskan bahwa tujuan pengukuhan Satgas Anti Napza yaitu sebagai upaya membangun jejaring masyarakat untuk menumbuh kembangkan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam rangka menanggulangi dan mencegah peredaran narkoba. Diharapkan dapat mendorong dan memotivasi masyarakat dalam melaksanakan program kegiatan rintisan desa pelopor bebas napza, sehingga  generasi muda terhindar dari penyalahgunaan napza.(Awh)

 

Tulis Komentar Anda