Indonesia Masuk Daftar UNESCO Global Geoprak, Apa Untungnya?

Ilustrasi (Foto:doc)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membuka konferensi Nasional Geopark Indonesia I yang diadakan di Gedung Bappenas, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh beberapa menteri seperti Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegiro, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf.

Luhut mengungkapkan rasa bangganya dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar UNESCO Global Geoprak. Menurutnya, dengan tercatatnya Indonesia di dalam UNESCO Global Geoprak ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh Indonesia dengan pengakuan tersebut.

Baca Juga: Spesial, Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 Ternyata Cukup Lama

"Geoprak bisa menjadi solusi alternatif permanfaatan kekayaan alam dan budaya untuk kebangkitan ekonomi dan pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan," ujarnya saat membuka Konferensi Nasional I Geoprak Indonesia, di Gedung Bapennas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Luhut mengatakan, pasca pengakuan dua situs taman bumi Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark yang berada di Nusa Tenggara Timur dan di Jawa Barat, daya tarik kawasan sekaligus peluang investasi di beberapa sektor kedua kawasan tersebut berpotensi meningkat pesat.

"Dari pengembangan geoprak, sektor jasa wisata, industri UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, kuliner dan beberapa sektir terkait lainnya bisa tumbuh, imbuhnya.

Untuk diketahui, pada April 2018 ada dua taman Bumi Indonesia yang kembali mendapat predikat yang sama dari UNESCO Global Geopark, yaitu Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Setelah sebelumnya ada dua taman bumi Indonesia, yakni Batur dan Gunung Sewu yang lebih dulu mendapatkan pengakuan dari UNESCO.(*)

Tulis Komentar Anda