Ulama Rekomendasikan Penambahan Mata Kuliah Agama

Kiai Darodji (tengah) bersama Ketua Wantim MUI Jateng Kiai Ali Mufiz (kanan) dan Dr Nafis Cholil (kirim) saling tersenyum saat memberi penjelasan pers (Isdiyanto)

SEMARANG, KRJOGJA.com - Halaqoh ulama bertema peluang dan tantangan dakwah di era millenial, yang digelar MUI Jateng bekerja sama dengan Unissula, 11-12 Juli 2018, di Semarang, merekomendasikan pentingnya penambahan mata kuliah agama di perguruan tinggi.

"Pendidikan agama yang hanya 3 sks dari 136 sks jelas tidak imbang atau masih kurang. Penambahan diusulkan perlu segera dipenuhi untuk menghasilkan kualitas generasi muda yang lebih religi dan cinta NKRI,” tegas Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi kepada wartawan, di Semarang, Kamis (12/07/2018).

BACA JUGA :

Ulama dan Santri, Pelopor Kemajuan Bangsa

Indonesia Tuan Rumah KTT Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia

Dalam penjelasan pers terkait hasil halaqoh, Kiai Darodji didampingi Ketua Wantim MUI Jateng Drs KH Ali Mufiz MPA dan Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Dr Nafis Cholil.  

Kiai Darodji menegaskan, halaqoh merekomendasikan pula, mengintegrasikan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum sebagai hal mendesak agar tidak ada dualisme keilmuan. “Pemerintah agar memperhatikan rekomendasi ini,” tegasnya.

Terkait perkembangan medsos di kalangan generasi millenial, ditegaskan menjadi kewajiban para ulama untuk memfungsikannya sebagai piranti dakwah Islam wasathiyah.

Ketua Wantim MUI Jateng Ali mufiz menambahkan, halaqoh yang mencoba mengonstruksikan dakwah di era millenial sebagai gagasan visioner. Mengingat jumlah generasi millenial kini 36 persen atau setara 80 juta anak. Terhadap besaran tersebut ulama terpanggil untuk berbuat bagi kepentingan. Harapannya agar generasi ini akan menjadi unsur komponen bangsa yang konstruktif dalam pemikiran dan karya. 

Ditegaskan, salah satu ciri millenail, mengedepankan aspek gaya, menikmati kebebasan sebagai bentuk kemakmuran. Dulu anak-anak kampung berperilaku baik tapi setelah pindah ke kota menjadi berubah. Maka halaqoh harus mampu menjawab tantangan tersebut untuk masa depan bangsa. (Isi)

Tulis Komentar Anda