Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Kamis, 12 Juli 2018 / 18:48 WIB

Produksi Mobil Listrik di Indonesia Belum Jelas, Kurang Apa Sih..

STUDI terkait pengembangan mobil listrik dipastikan bakal rampung Agustus 2018. Namun demikian, pemerintah belum menargetkan kapan kendaraan ramah lingkungan ini bisa diproduksi massal di dalam negeri.

Airlangga mengungkapkan, saat ini studi tersebut tengah dilakukan antara pemerintah, pemangku kepentingan seperti produsen otomotif dan perguruan tinggi.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Baca Juga: Ingin Kembangkan Mobil Listrik, RI Harus Bujuk China Bangun Pabrik Baterai

"Mobil listrik kan kita sedang lakukan studi baik dengan stakeholder dari segi regulasi maupun dengan perguruan tinggi," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kamis (12/7/2018).

Dia mengungkapkan, studi tersebut salah satunya untuk melihat kesesuaian antara mobil listrik dengan kondisi di Indonesia, baik dari dalam hal iklim, kontur jalan maupun ketersediaan lokasi pengisian listriknya.

"Studinya tentu disesuaikan dengan kondisi Indonesia jadi tentu kan semua kendaraan perlu menyesuaikan terhadap kondisi iklim. Nah tentu ini yang sdang distudi di ITB, ITS, UGM dan yang lain," kata dia.

Menurut Airlangga, studi tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2018. Namun setelah studi selesai, masih ada tahapan yang harus dilewati dalam rangka pengembangan kendaraan ini seperti sosialisasi kepada masyarakat, regulasi, insentif untuk produsen dan lain-lain.

"Ya studinya selesai dulu. nanti Agustus kita keluarkan dulu studinya. Setelah studi kan harus ada sosialisasi, ada kebijakan mengenai tarifnya mengenai PPNBM. Industri ini kan pembelinya adalah publik, sehingga dengan demikian publik harus diedukasi," jelas dia.(*)