Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 13 Juli 2018 / 09:06 WIB

Tak Kenal Menyerah, Disabilitas Asal Wonosobo Sukses jadi Teknisi Listrik

KETERBATASAN tubuh tidak menghalangi pria ini berkarya. Meski menggunakan kursi roda, pria asal Sapuran, Desa Cekelan Kabupaten Wonosobo memiliki tekad kuat memperbaiki kualitas hidup. Terutama meningkatkan pendapatan setelah mengikuti program pemberdayaan masyarakat yang diadakan Coca Cola Foundation melalui kegiatan Perpuseru.

"Awalnya coba-coba dan belajar secara otodidak. Saat itu, setrika punya istri rusak dan karena tidak punya uang untuk membeli baru, saya berusaha memperbaiki dan utak-atik sendiri. Akhirnya bisa hidup lagi, " ungkap pria pemilik nama Kuwat Parwanto (42) dalam suatu kesempatan belum lama ini.

Kuwat menjelaskan memiliki keterbatasan tubuh dan penyandang disabilitas sejak kecil dan sempat merasa 'minder' dengan kondisinya itu. Namun, lama kelamaan keterbatasan fisiknya tidak menjadi dasar untuk dia bersantai dalam mengarungi kehidupan bersama istri dan kedua putranya. Berbekal pengalaman otodidak itu dia menekuni dunia perlistrikan, terutama perbaikan alat rumah tangga.

BACA JUGA :

Anak Muda Bantul Ini Produksi Jersey Sepak Bola yang Diakui Internasional

Pernah Bangkrut Jualan Mie Ayam, Anak Muda Kelahiran Sragen Ini Nilai Usahanya di Atas 14 T

"Saya sempat belajar di LPK di Wonosobo. Berbekal coba-coba akhirnya berani membuka usaha sendiri, khusus perbaikan alat listrik. Mulai dari setrika, magic com sampai kipas angin. Semua dikerjakan sendiri dengan penghasilan sekitar Rp 20-40 ribu per harinya," ungkap Kuwat.

Kuwat mengakui penghasilan yang didapat tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Dia pun menerima pekerjaan lain guna menambah penghasilan. Bahkan, seringkali dalam sehari tidak menerima 'servisan' dari tetangga atau relasi usahanya.

Perkenalannya dengan Dimas Arif Pamungkas membawa perubahan dalam kehidupan kuat di tahun 2015. Dimas sebagai pegiat sosial termasuk pemilik Taman Bacaan Masyarakat Albi Daya memperkenalkan Kuwat dengan dunia baru berupa buku bacaan dan internet. Bahkan, mendaftarkan Kuwat mengikuti pelatihan elektronika dalam program pemberdayaan masyarakat ini.

"Saya diajak Mas Dimas ini untuk belajar memperbaiki alat listrik melalui buku di perpustakaan (TBM Albi Daya). Saya juga diajari membuka internet sampai membuka Youtube tentang cara memperbaiki peralatan rumah tangga. Saya sendiri awalnya sempat takjub," ungkap ayah dari Daffa Purwo Safri (11) dan Davis Adinata Rosyadi (7).

Selain belajar melalui buku dan internet, Kuwat beruntung mendapatkan pelatihan dari teknisi bersama warga lainnya. Ditambah memperolah bantuan peralatan, modal usaha sampai hal teknis lainnya tentang wirausaha. Hasilnya, usaha mulai berkembang dan pelanggannya meluas, tidak hanya warga satu desa saja.

"Saya juga sudah bisa menggunakan ponsel terutama WA-nan (Whats Up Aplication). Saya juga sudah bisa memperbaiki pompa air, televisi dan yang lain. Pelanggan tinggal WA saja dan saya datang ke rumah mereka. Padahal dulu mereka yang menitipkan alat yang rusak itu ke rumah saya," tandasnya.

Berbekal alat perbaikan lengkap, Kuwat optimistis melanjutkan hidupnya. Bantuan modal yang tak begitu besar digunakan secara maksimal untuk mengembangkan ushanya. Hasilnya, penghsilan yang diperoleh semakin membuncah. Awalnya, hanya bisa mendapat Rp 20-40 ribu kini bisa mendapatkan rata-rata Rp 300 ribu per hari.

"Saya sangat senang sekali dan tidak terbayang sebelumnya. Masa pelatihan menjadi hal penting dalam hidup saya. Pelatihnya ramah-ramah dengan suasana yang menyenangkan," tandasnya.

Pemilik TBM Albi Daya Dimas Arif Pamungkas mengaku fokus membantu program pengentasan kemiskinan warga setempat melalui pemberdayaan. Saat ini telah menjalin kerjasama dengan banyak pihak terutama swasta melalui pengucuran atau aksi Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami saat ini telah membina 100 orang seperti Pak Kuwat. Siapa saja boleh bergabung tanpa syarat atau biaya apa pun juga. Kami ingin membuat masyarakat produktif sehingga bisa meningkatkan pedapatannya," tandas Dimas Arif Pamungkas. 

Dimas menambahkan saat ini sudah menjalin kerjasama dengan 20 mitra yang membina masyarakat dalam berbagai wirausaha seperti bengkel, makanan cepat saji, makanan ringan sampai cukur rambut yang tersebar di empat kecamatan di Kebumen (*)