Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 12 Juli 2018 / 09:01 WIB

Jangan Lupa, Erau Adat Kutai Siap Digelar

KUKAR, KRJOGJA.com - International Folk Arts Festival (EIFAF 2018) akan digelar 21 - 29 Juli 2018 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan fakta dan sebuah warisan yang harus terus dikembangkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kukar Sri Wahyuni mengatakan, perhelatan EIFAF menjadi salah satu jendela dunia untuk mengenal Indonesia. Kegiatan ini telah menjadi Kalender Event Pariwisata Nasional, diselenggarakan setiap tahun pada pekan ketiga dan keempat bulan Juli.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Karena akhir Juli adalah masa-masa puncak liburan wisatawan dalam dan luar negeri. Jadi kita pilih pekan terakhir bulan Juli. Begitu pula untuk tahun 2018 ini, EIFAF akan kita laksanakan pada pekan-pekan terakhir Juli," kata Sri.

Selama 8 hari penuh, festival ini akan disorot dengan berbagai atraksi menarik termasuk Parade Budaya Internasional. Parade akan menampilkan kostum tradisional dari negara-negara peserta, sejumlah upacara tradisional Kutai Kartanegara yang menarik, pesta rakyat tradisional Beseprah, dan ritual Belimbur.

Ritual Belimbur adalah para peserta saling menyiram dengan air yang diambil dari Sungai Mahakam Festival ini akan mencapai puncaknya pada hari terakhirnya dengan tradisi Mengulur Naga yang menggairahkan. Mengikuti tradisi ini, sepasang replika naga besar akan diarak di kapal menyusuri sungai. Naga akan dilepaskan di Kutai Lama. Sebuah legenda rakyat mengatakan tempat ini adalah sarang naga.

Setelah diluncurkan, orang berkompetisi untuk meraih sisik naga yang diyakini membawa keberuntungan. Ada pameran seni dan kerajinan tangan, berbagai lomba, lomba perahu naga, lomba perahu Ketinting, pertunjukan seni jalanan, dan banyak lagi.

Menpar mengatakan EIFAF menjadi magnet yang kuat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kukar. Tahun lalu, kunjungan wisman sebanyak 1.450.748 orang sudah saatnya Kutai Kertanegara fokus pada brand. Apalagi, Kutai Kertanegara memiliki potensi besar untuk pariwisata dengan keindahan alamnya. 

Erau Adat Kutai berasal dari bahasa Kutai Yaitu Eroh yang berarti ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh sukacita. Suasana yang ramai riuh tersebut dalam arti banyaknya kegiatan kelompok orang yang punya hajat dan bermakna sakral, ritual, maupun hiburan. (*)