PPIU Wajib Terapkan Ketentuan '5 Pasti Umrah'

Jajaran pimpinan La raiba bersama perwakilan Kanwil Kemenag DIY dan Muspika Kotagede. (Foto : Febriyanto)

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemerintah melalui Kemenag RI menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat Islam, khususnya bagi yang ingin menjalankan ibadah Umrah sesuai dengan ketentuan. Sebab itulah, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus taat pada aturan dan memastikan ketentuan '5 Pasti Umrah' yang digulirkan pemerintah.

"Ada lima pasti yang harus ditaati, yakni Pasti Travelnya, Pasti Jadwalnya, Pasti Terbangnya, Pasti Hotelnya dan Pasti Visanya. Semuanya harus jelas diberitahukan pada calon jamaah di awal," tutur Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag DIY, Noor Hamid sela meresmikan kantor La raiba Haji & Umrah/Wisata Muslim di Jalan Rejowinangun No 31 Yogyakarta, Kamis (12/07/2018).

Ditambahkan Noor Hamid, saat ini tercatat ada 70 PPIU yang ada di Yogyakarta. Sementara pihaknya juga mencatat, ada sekitar 10 ribu jamaah Umrah yang berangkat tiap tahunnya dari Yogyakarta. Peluang ini bisa dimanfaatkan PPIU dengan menawarkan pelayanan terbaik bagi calon jamaah.

"Meski begitu kami akan lakukan pengawasan rutin. Kami juga sudah lakukan kerjasama dengan sejumlah pihak, seperti Bareskrim Polda DIY, Ombudsman, Dinas Pariwisata DIY, OJK hingga Pemda DIY agar PPIU benar-benar melaksanakan ketentuan yang berlaku. Termasuk dengan Pol PP untuk menertibkan baliho-baliho yang terpasang. Kami berikan daftar PPIU yang resmi dan tidak sehingga bisa dilakukan penindakan jika menemukan adanya baliho PPIU yang tidak resmi," jelas Noor Hamid.

Sementara Direktur PT La raiba, Adam Basori menegaskan komitmen pelayanan bagi jamaah. Salah satunya dengan melakukan bimbingan sejak dari tanah air dan selama menjalankan ibadah hingga kembali dengan pendampingan penuh.

"Meski kami menawarkan harga hanya sedikit di atas standar Kemenag RI, yakni Rp 21,5 juta, tapi kami tetap komitmen dengan pelayanan terbaik. Termasuk kami juga memberikan layanan untuk wisata muslim dengan mengupayakan perjalanan wisaya sesuai syariah, mulai dengan makanan halal dan kesempatan melaksanakan kewajiban salat lima waktu," ucap Adam. (Feb)

Tulis Komentar Anda