Pembangunan Gedung Setda Sukoharjo Terpadu Dikebut

Pembangunan gedung Setda Sukoharjo terpadu terus dikebut. (Foto : Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Sistem pembayaran proyek pembangunan gedung kantor Setda Sukoharjo terpadu mengalami perubahan dari sistem Termin menjadi sistem Monthly Certificate atau sertifikat bulanan. Perubahan sistem dilakukan agar lebih baik sesuai prestasi kerja rekanan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan gedung kantor Setda Sukoharjo terpadu, Feriyanti, Kamis (12/07/2018) mengatakan, pembangunan gedung masih terus berjalan dan dikebut penyelesaiannya sesuai dengan jadwal kontrak kerja. Perkembangan sekarang dilakukan perubahan sistem pembayaran kepada rekanan menjadi sertifikat bulanan. Artinya pemerintah baru akan membayar kepada rekanan sesuai dengan prestasi kerja dalam melaksanakan pembangunan.

Baca juga :

Jelang Kurban, Sukoharjo Siapkan Tim Pemantau

Belum Ada Parpol Daftar Caleg, KPU Sukoharjo Kurang Sosialisasi?

Perubahan dilakukan sebagai upaya memacu rekanan melaksanakan pembangunan sesuai dengan perencanaan. Termasuk juga meningkatkan prestasi kerja untuk secepatnya menyelesaikan gedung setinggi sepuluh lantai tersebut.

"Dulu pembayaran dilakukan dengan sistem termin sekarang sesuai prestasi kerja. Maksudnya pembayaran dilakukan berdasarkan capaian pelaksanaan pembangunan," ujar Feriyanti.

Rekanan baru akan menerima pembayaran setelah melakukan pekerjaan pembangunan. Hasilnya dilaporkan pada pihak Manajemen Konstruksi (MK) dan PPK. Selanjutnya dilakukan pengecekan lapangan dan disetujui oleh MK dan PPK. Tahapan berikutnya apabila disetujui maka hasilnya diserahkan ke PPTK dan baru dilakukan pembayaran sesuai capaian atau prestasi kerja pihak rekanan.

Feriyanti mengatakan, perubahan sistem pembayaran tersebut sangat mencolok dan terlihat pengaruhnya. Dengan sistem ini maka pembayaran menjadi lebih adil baik bagi Pemkab Sukoharjo maupun rekanan.

"Juga lebih transparan karena setiap uang yang keluar dan masuk selama pembangunan gedung bisa disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan," lanjutnya.

Meski dilakukan perubahan sistem pembayaran tidak menyebabkan terjadinya kendala atau keluhan dari rekanan. Sebab secara teknis pembayaran tetap dilakukan namun hanya berubah sistemnya saja.

"Sampai pekan ke-27 pembangunan mengalami peningkatan dan melebihi target dari seharunya 38,852 persen realisasinya 41,140 persen. Kondisi tersebut melegakan dan diharapkan proyek segera selesai," lanjutnya. (Mam)

Tulis Komentar Anda