Gunungkidul Surplus Beras

Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan dan Dandim 0730 Gunungkidul menyerahkan peralatan pertanian secara simbolis. (Foto : Agus Waluyo)

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos menegaskan bahwa sektor pertanian masih memberikan kontribusi terhadap PDRB di Gunungkidul. Untuk itu bagaimana upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi dan palawija di daerah ini. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah DIY dan pusat agar bisa memberikan alat pertanian guna mendukung produktivitas pertanian.

Dari tahun ketahun produksi pertanian, khususnya padi terus mengalami peningkatan. Pada 2018 ini dari luas tanam padi gogo dan sawah seluas 59.666 hektare produktivitas mencapai 50,33 kuintal perhektare atau jumlah produksi mencapai 301.923 ton.

Baca juga :

Atasi Kekeringan, BPBD Gunungkidul Kirim 24 Tangki Air

Gelombang Setinggi 4 Meter Paksa Nelayan Gunungkidul Libur Melaut

”Produksi padi tahun ini mengalami surplus dibanding tahun lalu,” ujar Bupati Badingah ketika menyerahkan peralatan sarana dan prasarana pertanian di Halaman Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rabu (11/07/2018).

Dibandingkan tahun lalu luas tanaman padi 59.197 hektare jumlah produksinya baru 293.380 ton dengan produktivitas rata-rata 50 kuintal perhektare, atau dibanding dengan tahun ini naik 2,9 persen. Adapun sarana dan prasarana yang diserahkan meliputi 1 unit traktor roda empat, 30 unit traktor roda dua, 8 unit cultivator, 11 unit pompa air 6 inci, 9 unit power traser dan 20 unit pompa air ukuran 4 inchi.

”Adapun bantuan pemerintah lainnya berupa benih padi gogo untuk 500 hektare sebanyak 12,5 ton, bantuan benih padi inbrida seluas 2.000 hektare sebanyak 45 ton, dan bantuan benih jagung hibrida seluas 7.500 hektare sebanyak 112,5 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir Bambang Wisnubroto.

Bupati juga berharap agar bantuan alat pertanian ini bisa mendorong kepada para generasi muda agar mencintai pertanian dengan memanfaatkan peralatan modern. Di samping itu dengan bentuan peralatan pertanian ini bisa memudahkan dalam penggarapan lahan dan pasca panen, sekaligus menghemat tenaga dan biaya.

”Kami berharap peralatan ini bisa dimanfaatkan benar-benar secara adil dan bisa mendongkrak produksi pangan dan hortikultura di daerah ini,” katanya.

Bambang Wisnubroto juga berharap dengan bantuan peralatan ini bisa memperluas luas tanam khususnya untuk tanaman padi guna mendukung Luas Tambah Tanam (LTT) OPSUS padi dan jagung pada musim tanam 2018/2019. “Saat ini lahan kering sudah bisa ditanami padi dua kali dalam setahun dengan menggunakan peralatan irigasi dengan memanfaatkan sumber air kali dan sumur, sehingga bisa menambah luas panen dan produksi,” tambahnya. (Awa)

Tulis Komentar Anda