Pupuk Kebersamaan Santri di Zona Embung Mesem

Santriwan-santriwati TPA semangat mengayuh becak air. (Foto: Sulistyanto)

SUASANA siang yang lumayan panas tak mengurangi semangat  anak-anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) dalam mengayuh becak air. Mereka bergantian dengan tertib untuk bisa mengendarai becak air serta saling bekerjasama mengayuh agar becak air berjalan sesuai keinginan. Suara khas anak-anak pun pecah, tatkala ada becak air yang akan tabrakan.

Inilah gambaran sekilas suasana Zona Embung Mesem di kawasan Kampung Flory Tridadi Sleman saat kedatangan rombongan dari TPA Jamiaturrohman Purwosari Gunungkidul, baru-baru ini. Selain merasa senang di Zona Embung Mesem, santriwan-santriwati TPA beserta guru mengaji dan orangtua/wali santri juga mengunjungi zona-zona lainnya seperti agro buah, tanaman hias, pasar ndhelik dan permainan tradisional. Tak ketinggalan makan bersama di lokasi kuliner Kampung Flory.

 Menurut pengurus TPA setempat Sumadianto, jumlah total santri yang ikut ada 60 anak, jika dengan orangtua/wali serta tim pengajar ada kisaran 100 orang. Berangkat dari Gunungkidul menggunakan tiga bus sejak pagi hari. Saat berada Embung Mesem banyak yang semangat untuk dapat mengendarai becak air. Ada sisi positif bagi anak-anak dengan adanya becak air, antara lain bisa sebagai sarana olahraga air atau mendukung kesehatan. Bahkan ketika harus mengayuh bersama, bagian dari mengajarkan atau memupuk rasa kebersamaan.

“Masih di kompleks embung ada kolam yang digunakan memelihara ikan-ikan air tawar. Anak-anak pun senang memberi pakan ikan wujud pelet. Setelah dari sini kami akan berkunjung ke Masjid Suciati di Jalan Gito-Gati Sleman, sekaligus salat Asar berjamaah,” ungkap Sumadianto.

Kru becak air di embung setempat, Parjono mengungkapkan, mulai dari anak-anak sampai dewasa banyak yang senang bisa naik becak air. Tak jarang saat berada di tengah-tengah embung sembari berfotoria, selfie ataupun swafoto. Saat ini tarif naik becak air yang sering disebut juga bebek air cukup Rp 10.000 dalam waktu 15 menit. Pihak kru becak air selain membantu saat naik maupun turun di pinggir embung, ada juga yang membantu mengawasi dari pinggir Embung Mesem.

“Alhamdulillah, kami bisa menjaga keamanan, kenyamanan serta ketertiban di sekitar embung ini. Ketika ada becak air bertabrakan termasuk hal biasa saja, biasanya bukan tabrakan keras,” paparnya. (Yan)

 

 

Tulis Komentar Anda