Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 12 Juli 2018 / 03:10 WIB

Pengaruhi Kualitas Proyek, Pemotongan Fee Dilarang

SOLO, KRjogja.com - Adanya pemotongan atau pemberian fee yang terlalu tinggi dalam sebuah proyek, jelas berdampak terhadap kualitas dan keawetan dari bangunan. Karena itu dunia akademis tidak memperbolehkan adanya pemotongan nilai anggaran yang akan mengurangi kualitas konstruksi maupun masa keawetan dari pembangunan.

"Kalangan akademis tidak berkenan adanya pemotongan yang mempengaruhi terhaap kualitas proyek. Dunia akademis tidak ingin didholimi," jelas Wibowo ST DEA, Ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di sela The 4th International Conference on Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering (4th ICRMCE) di hotel Best Western Solo Baru, Rabu (11/7).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Menurutnya, pembangunan konstruksi diluar ketentuan yang ditetapkan tidak boleh terjadi. Hasilnya sangat berpengaruh terhadap kualitas dan angka keawetan bangunan. Misalnya, bangunan yang seharusnya masa rehabnya pada 10 tahun ke depan, namun baru berjalan 2 tahun sudah harus ada perbaikan. Dengan adanya sistem online, setidaknya bisa menekan adanya pihak-pihak yang berupaya mengurangi nilai proyek. "Sekarang sudah berkurang dengan adanya sistem online," katanya.

Konferensi digelar Fakultas Teknik UNS bekerjasama dengan Feddration internationale du béton) co-organiser dengan mengangkat tema Smart Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering for Sustainable Construction. Perguruan lain yang terlibat sebagai parter adalah TU Delft (Belanda), KIT (Germany), UTM (Malaysia) dan sejumlah perguruan tinggi dalam negeri serta assosiasi profesi.

Ketua Panitia ICRMCE 4, Yusep Muslih PhD menjelaskan rehabilitasi dan pemeliharaan dalam dunia teknik sipil merupakan bagian yang penting, tidak kalah penting dibandingkan dengan perencanaan dan perancangan. Beban beban yang berlebihan yang bekerja pada bangunan, bencana alam, ketiadaan prosedur yang benar, dan juga menurunnya fungsi bangunan akibat degradasi atau perlemahan material menjadi penyebab kerusakan infrastruktur.

Jadi rehabilitasi dan pemeliharaan menjadi suatu langkah penting untuk memperpanjang umur layan infrastruktur. Rehabilitasi sebagai usaha untuk mengembalikan fungsi bangunan dan infrastruktur terhadap perlemahan struktur. Tampil sebagai keynote speaker Prof Petr Hajek (Czech presiden fib), kemudian pakar material/struktur Prof Kenichiro Nakarai (Jepang), pakar stabilitas lereng Prof Hung Jiun Liao (Taiwan), Prof Chan Weng Tat (Singapore, ahli struktur), Prof Ravi Ravindrajah (Australia), Prof Muhammad bin Ismail (Malaysia).-(Qom)