Butuh Payung Hukum, Lindungi Bendung Logung Dari Sedimentasi

Lokasi Bendung Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus.—(Mc. Thoriq)—

KUDUS (KRJogja.com) - Pemerintah daerah diminta melakukan penataan lebih awal atas rencana pemanfaatan Waduk atau Bendung Logung yang berada di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus. Penataan antara lain dengan mempersiapkan payung hukum guna memberikan perlindungan terhadap bendungan agar dapat berfungsi lebih maksimal.

Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (PPK BBWS) Pemali Juana, Zulfan Arief Mustafa mengatakan, sesuai target awal pembangunan Bendung Logung rampung pada Desember 2018. Namun pihaknya berusaha melakukan akselerasi percepatan pembangunan, dengan perkiraan minggu pertama September nanti sudah selesai.

Setelah semuanya tuntas, butuh waktu sekitar dua musim penghujan untuk pengisian air Bendung Logung. Dengan begitu pada tahun 2020 diharapkan sudah dapat difungsikan, baik untuk pengendali banjir, irigasi pertanian maupun penyediaan air baku. “Masa pemeliharaan bendung selama satu tahun masih menjadi tanggung jawab kami. Itu terhitung sejak akhir masa kontrak Desember mendatang,” ujarnya, Rabu (11/7).

Menurutnya, agar bendung dapat berfungsi maksimal pihak pemerintah kabupaten harus membuat peraturan daerah (perda). Antara lain Perda Larangan Penggunaan Sabuk Hijau sebagai lahan tanaman semusim, serta Perda Larangan Bendung untuk Karamba Ikan.

“Kalau sabuk hijau dimanfaatkan untuk tanaman semusim, dapat mempercepat sedimentasi karena tanah mudah terkikis. Sedang pembuatan karamba, karena ikan seringkali diberikan makanan dapat membuat keropos atau korosi instrumen di dalam bendung. Selain itu adanya karamba juga mempercepat tumbuhnya ganggang liar. Namun jika di dalam bendung ditebar ikan untuk sekedar tempat pemancingan tidak masalah,” katanya.

Koordinator Lapangan dari BBWS Bimo Anjasmoro menambahkan, saat ini fokus pekerjaan masih pada penimbunan bendungan inti, disamping pembuatan akses jalan masuk dan pembangunan gedung. Saat ini penimbuan sudah mencapai 80,25 meter, atau progresnya lebih bagus dibanding dari target 78,25 meter. Penimbunan rampung jika sudah sampai puncak elevasi 94 meter.

“Pekerjaan kali ini relatif tidak ada kendala. Progres pembangunan sudah mencapai 86,43 persen atau melebihi target 83,64 persen,” terangnya. (Trq)

Tulis Komentar Anda