Brigadir Ali, Bangun Banyak Masjid untuk Tebar Kedamaian di Indonesia

Brigadir Ali. (Foto:Harminanto)


SLEMAN, KRJOGJA.com - Nama Brigadir Nur Ali Suwandi mungkin sudah tidak lagi asing di telinga masyarakat khususnya yang menaruh perhatian pada bidang sosial. Tak kurang 111 anak yatim telah diasuh sejak 2008 lalu dan bahkan dibuatkan rumah singgah dengan nama Bumi Damai. 

Baca Juga: Lika-Liku Polisi Penjual Cilok, Lerai Perkelahian Hingga Diminta Ikut Amankan Lokasi

Namun, ternyata kisah sosial menggugah hati Brigadir Ali tak hanya berhenti di situ saja. Menggagas pendirian masjid untuk menebar kedamaian di Indonesia pun terus dilakukan hingga saat ini di mana total sudah delapan masjid berhasil dibangun. 

Sampai 2018 tercatat sudah delapan masjid yang diinisiasi pembangunannya oleh anggota Provost Polda DIY tersebut. Ketika berbincang dengan KRjogja.com, Brigadir Ali pun menyampaikan motivasinya serius menginisiasi pembangunan masjid di berbagai wilayah. 

“Misi saya sebenarnya hanya satu, menebar kedamaian di Indonesia. Saya membangun masjid yang bisa digunakan warga masyarakat untuk beribadah dan mempelajari hal-hal baik, kedamaian untuk Indonesia,” ungkapnya Rabu (11/7/2018). 

Baca Juga: Begini Cara Polres Bantul Menghargai Jasa Pahlawan

Niat baik Brigadir Ali, yang juga mantan santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur ini mendapat perhatian dari para donatur termasuk Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri. Tak kurang lima masjid telah diresmikan bersama Kapolda DIY tersebut dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir. 

“Alhamdulillah, niat baik selalu ada jalan. Meski saya tidak berlebih dalam materi tapi selalu ada yang membantu melancarkan. Pak Kapolda ikut memfasilitasi pembagunan masjid, sangat luar biasa rasanya banyak yang membantu,” imbuhnya tersenyum. 

Brigadir Ali sendiri mulai mengabdi sebagai polisi sejak 1999 lalu. Ia mendaftar sebagai anggota polisi setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah kawasan Jombang. 

“Saya bodoh, tidak bisa mengaji tidak punya keahlian banyak. Yang bisa saya lakukan hanya mengabdi, yasudah akhirnya masuk polisi dan mengabdi untuk negara,” tandasnya. 

Menimba ilmu di pesantren menjadi titik utama niat baik Brigadir Ali dimulai. Pesan sang kiyai yakni KH Haji Jamaludin Ahmad untuk menjadi manusia bermanfaat meski tak punya banyak keahlian begitu mengena di hati Ali yang terus dibawa hingga saat ini. 

“Kamu bodoh tak apa-apa tapi harus bisa jadi orang yang mencintai bangsa dan bermanfaat untuk orang lain. Kata-kata itu begitu mengena pada saya dan berusaha saya wujudkan, mungkin saat ini baru bisa membuat rumah singgah, membantu orang jompo dan bantu bangun masjid,” lanjutnya. 

Kini, meski sudah berhasil menginisiasi pembangunan delapan masjid namun Brigadir Ali belum mau berhenti di situ saja. Ia berniat terus melakukan hal baik untuk sesama yang membutuhkan bantuan. 

“Kalau bisa mau bangun lebih banyak masjid agar semakin luas kedamaianan yang saya sebarkan di Indonesia. Semoga keinginan saya diridhai Allah karena selama ini bukan saya yang melakukan ini semua, tapi Allah,” pungkasnya. 

Brigadir Ali mendapatkan penghargaan pin emas Kapolri dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-72, Rabu (11/7/2018). Penghargaan tersebut atas inisiasi Kapolda DIY yang mengerti secara langsung sepak terjang Ali dalam bidang sosial. (Fxh)

Tulis Komentar Anda