Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 11 Juli 2018 / 17:20 WIB

Pencetakan 4.600 Pemohon SIM Tertunda, Warga Hanya Bisa Pasrah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Material surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Sukoharjo habis. Akibatnya pelayananan terhadap masyarakat sebanyak 4.600 pemohon tertunda dan hanya diberikan SIM sementara sebagai pengganti. Pencetakan akan dilakukan menunggu material dikirim dari Mabes Polri.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni, Rabu (11/7/2018) mengatakan, material pembuatan SIM di kantor Satlantas Polres Sukoharjo sudah habis sejak 6 Juni lalu. Sampai sekarang belum ada kiriman sama sekali baik dari Mabes Polri maupun Polda Jawa Tengah. Sejak material habis tersebut Satlantas Polres Sukoharjo belum dapat melakukan pelayanan maksimal pada pengajuan permohonan baik pembuatan SIM baru maupun perpanjangan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Para pemohon mendapatkan SIM sementara sebagai pengganti resmi dari Satlantas Polres Sukoharjo. SIM sementara tersebut dicetak menggunakan kertas biasa dan ditandatangani langsung Kapolres Sukoharjo.

Fungsi SIM sementara tetap sama dengan aslinya hanya berbeda pada bahan pembuatannya. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak resah selama memegang SIM sementara.

Nantinya Satlantas Polres Sukoharjo akan mendapatkan pelayanan pencetakan SIM sesuai nomor urut antrean. Pencetakan dilakukan menunggu material SIM dikirim dari Mabes Polri atau Polda Jawa Tengah. Dalam proses pencetakan tersebut Satlantas Polres Sukoharjo akan memberikan informasi pada masyarakat atau pemohon pemegang SIM sementara.

"Material SIM di Satlantas Polres Sukoharjo sudah habis sejak 6 Juni karena belum dapat kiriman dari Polda Jawa Tengah. Di polda sendiri kondisinya sama seperti kami habis karena menunggu kiriman dari Mabes Polri," ujar AKP Zamroni.

Jumlah antrean pencetakan SIM diperkirakan terus mengalami peningkatan lebih dari 4.600 orang yang sudah antre sekarang. Sebab dalam satu hari ada belasan bahkan puluhan masyarakat pemohon SIM di kantor Satlantas Polres Sukoharjo.

"Material SIM itu jadi kewenangan pusat Mabes Polri kami hanya menunggu dapat kiriman. Tapi selama belum bisa cetak SIM maka Satlantas Polres Sukoharjo diberi kewenangan mencetak SIM sementara kepada masyarakat," lanjutnya.

AKP Zamroni mengatakan, selain material SIM di Satlantas Polres Sukoharjo juga kehabisan material tilang. Stok blangko bagi petugas untuk memberikan sanksi kepada pelaku pelanggaran lalu lintas habis sejak beberapa waktu lalu. Sampai sekarang Satlantas Polres Sukoharjo belum mendapat kiriman dari Polda Jawa Tengah maupun Mabes Polri.

Untuk sementara Satlantas Polres Sukoharjo hanya memberikan sanksi berupa teguran lisan dan peringatan keras pada pelaku pelanggaran lalu lintas. Artinya sanksi tilang tidak diberikan sama sekali karena material telah habis.

"Kalau soal material tilang yang habis kemungkinan akhir bulan ini kami segera mendapat kiriman. Sudah ada informasi awal seperti itu tapi soal material SIM kami belum tahu kapan dikirim," lanjutnya. (Mam)