DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 11 Juli 2018 / 16:20 WIB

Aktivitas Sfh Sudah Lama Dipantau Intelijen

SLEMAN, KRJOGJA.com - Satu keluarga di Bedingin Wetan Sumberadi Mlati Sleman diamankan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, Rabu (11/07/2018) pukul 09.00 WIB. Warga sekitar sempat menyampaikan dugaan keluarga yang keseharian berjualan bakso tusuk dan martabak tersebut terlibat jaringan terorisme.

Ketua RT.05/RW.35 Bedingin Wetan Sumberadi Mlati Sleman, Ipda (Purn) Sumarjono mengatakan ia sebenarnya sudah beberapa waktu lalu diingatkan rekannya yang merupakan anggota aktif intelijen jika warga barunya yakni Sfh terkait dengan jaringan terorisme. Namun demikian ia diminta untuk tetap menjalin relasi agar orang tersebut tetap nyaman berada di sekitar masyarakat.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Baca juga :

Densus Tangkap Terduga Teroris di Sumberadi

Densus Sita Pedang dan Panah dari Kontrakan Terduga Teroris di Sumberadi

“Sejak beberapa waktu lalu saya sempat diminta untuk mengajak berelasi Sfh (menyebut nama lengkap warga yang ditangkap), sering juga ikut shalat jamaah di mushola dekat sini. Saya sempat diminta mengawasi, menerima dan berbaur agar dia nyaman berada di masyarakat. Saya sering ajak mengobrol, katanya sebelum di sini dia tinggal di Jaban Cebongan, tapi terus pindah,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (11/07/2018) siang.

Menurut dia, sosok Sfh selama tinggal sejak Februari 2018 silam dikenal cukup baik dalam berinteraksi dengan tetangga. Terbukti anak-anaknya dibiarkan bermain dengan teman sebaya lainnya dan sering kali shalat berjamaah di mushola.

“Ketika pindah ya menyerahkan fotokopi KK dan KTP seperti warga lainnya. Setahu saya yang tinggal di rumah itu ada lima orang yakni Sfh, istrinya dan tiga anaknya. Sebenarnya anaknya empat tapi satu sudah tidak tinggal di situ karena sudah besar,” sambungnya.

Sumarjono mengatakan telah mengetahui jika Sfh merupakan salah satu mantan teroris yang sudah kembali ke masyarakat. “Ada informasi bahwa dia mantan teroris, tempat kontrakannya juga berpindah-pindah. Tapi kesehariannya memang dia baik-baik saja di sini,” ungkapnya lagi.

Meski begitu, Ketua RT yang juga pensiunan Polisi tersebut tak mengetahui latarbelakang penangkapan satu keluarga yang merupakan warganya tersebut. “Polisi tidak bilang apa-apa, saya hanya diminta menyaksikan penggeledahan mulai buka pintu rumah sampai pergi. Diamankan karena apa saya tidak diberitahu,” tandasnya. (Fxh)