Jateng Zona Merah, Masyarakat Diajak Perangi Terorisme

Ilustrasi (Foto:doc)

SALATIGA, KRJOGJA.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengajak masyarakat pro aktif menangkal penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Kegiatan kearifan lokal di masyarakat seperti siskamling, gotong-royong, temu warga agar dioptimalkan sehingga menjadi kekuatan dahsyat mencegah bibit radikalisme dan terorisme.

Ketua FKPT Jawa Tengah Budiyanto menyatakan, terorisme merupakan kejahatan kemanusian berskala internasional. Untuk itu masyarakat harus ikut berperan memerangi terorisme. BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) menetapkan Jawa Tengah masuk zona merah ancaman terorisme.

“Untuk itu pemberantasan terorisme tidak hanya menjadi tugas Polri dan TNI,” tandasnya kepada wartawan, saat acara dialog penguatan aparatur kelurahan dan desa dalam pencegahan terorisme di Kota Salatiga, Rabu (11/07/2018).

Gerakan pencegahan aksi terorisme oleh masyarakat lebih efektif karena pelaku teror di Indonesia belakangan menyusup dan tinggal di perkampungan penduduk. Tugas masyarakat mencegah aksi teror, bukan menindak.

“FKPT meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sosialisasi mengenai bahaya terorisme hingga tingkat rukun tetangga (RT),” ujar Budiyanto.

Wakil Walikota Salatiga Muh Haris menyatakan, sosialisai dan pembekalan masyarakat mengenai terorisme sangat penting sebagai bekal dan kemampuan mendeteksi gejala-gejala teror. “Kemampuan aparatur di tingkat bawah harus ditingkatkan sehingga mampu melakukan deteksi dini dan segera berkoordinasi dengan aparat jika mengetahui ada gejala gerakan teror,” tandas wakil walikota. (Sus)

Tulis Komentar Anda