Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 11 Juli 2018 / 14:41 WIB

Perdebatan Tentang Fly Over Purwosari Berakhir, Begini Bentuknya

SOLO, KRJOGJA.com - Desain fly over Purwosari, akhirnya diputuskan berbentuk huruf 'i' mirip dengan jembatan layang Palur, setelah semua pemangku kepentingan dalam bidang ini bertemu dalam satu meja di Balaikota, Rabu (11/7/2018). Semula, desain jembatan layang di atas perlintasan sebidang Kereta Api (KA) Purwosari ini, menyerupai huruf 'y' untuk mengakomodasikan arus lalu lintas dari arah Jalan Agus Salim ke arah Barat.

Baca Juga: Rambu digusur Proyek Fly Over, Dishub Pasang APIL 'Portable'

Sekretaris Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Arif Nurhadi, menjawab wartawan, usai pertemuan, di Balaikota, Rabu (11/7/2018), mengungkapkan, pilihan desain huruf 'i', berpertimbangan pada ketersediaan anggaran, serta persoalan non teknis di lapangan. Idealnya, fly over Purwosari memang berbentuk huruf 'y' sehingga seluruh arus lalu lintas dari seluruh arah, terutama Jalan Agus Salim ke arah Barat, terakomodasikan di atas jalan layang.

Hanya saja, jika desain fly over Purwosari dipaksakan berbentuk 'y', harus diikuti dengan pembebasan lahan yang dipastikan menelan biaya sangat besar. Bahkan dari perhitungan global, tambah Arif, biaya pembebasan lahan justru lebih besar ketimbang biaya yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi. Sebaliknya, desain berbentuk huruf 'i', tidak perlu disertai pembebasan lahan, sehingga pembangunan dapat dimulai akhir tahun ini, setelah fly over Manahan selesai dikerjakan.

Ketimbang desain ideal tak kunjung bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran, lebih baik dipilih desain alternatif berbentuk huruf 'i', sehingga kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut sudah terurai, kendati mungkin belum maksimal. Paling tidak, kemacetan lalu lintas yang diantaranya dipicu perlintasan sebidang KA, selain pula pertambahan jumlah kendaraan kian besar, tidak semakin parah.

Secara teknis, Kepala Satuan Kerja (Satker) Perencana dan Pengawas Jalan Nasional (P2JN), Aris Rudianto, menambahkan, bentang fly over Purwosari nantinya sepanjang 450 meter mulai dari sekitar simpang tiga jalan Sam Ratulangi di sisi Barat, hingga simang tiga Jalan Perintis Kemerdekaan di sisi Timur. Sedangkan ketinggian jembatan layang mencapai 7,65 pada titik puncak persis di atas perlintasan sebidang KA Purwosari.

Baca Juga: Wow.. Suporter Cantik Ini Ternyata Presiden Kroasia

Menjawab pertanyaan fungsional perlintasan sebidang Purwosari setelah fly over beroperasi, Aris belum memastikan. Dalam skala desain, perlintasan sebidang tersebut nantinya memang ditutup total, sebagaimana fly over Manahan. Hanya saja, nantinya masih akan dikoordinasikan dengan PT Kereta Api Indnesia (KAI), apakah perlintasan sebidang masih difungsikan bagi jenis kendaraan tertentu, atau ditutup total. Yang pasti, nantinya akan dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas baru, agar ancaman kemacetan dapat ditangani secara maksimal.(Hut)