Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 11 Juli 2018 / 10:52 WIB

PENGARUHI TUNJANGAN PROFESI

Presensi Online Guru, Sekolah Tak Keberatan

YOGYA, KRJOGJA.com - Kehadiran guru di sekolah sangat penting, tidak hanya dalam proses pembelajaran, tapi juga peningkatan kualitas. Karena itu, kebijakan Kemendikbud untuk melakukan presensi online terhadap guru sangat positif, sebagai wujud penguatan profesionalisme guru. Tentunya semua itu sangat relevan dengan tujuan diberikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada guru.

"Saya kira yang perlu disikapi dari adanya kebijakan persensi online ini, bukan di maksudkan sebagai rasa ketidakpercayaan Kemendikbud terhadap para guru Apalagi hanya sebatas penyelesaian administratif, tapi dalam rangka penguatan kinerja dan penguatan kualitas pembelajaran di sekolah," kata Kepala SMAN 8 Yogyakarta, Rudy Prakanto di ruang kerjanya, Selasa (10/07/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

BACA JUGA :

Mau Tetap Terima Tunjangan Sertifikasi?, Guru Harus Penuhi Daftar Hadir

Mau Kuliah di Kota Gudeg? Ini 20 Perguruan Tinggi Swasta di Yogya

Rudy mengatakan, presensi online ini secara prosesnya tidak akan memberatkan kepala sekolah. Karena memang dalam Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah menyebutkan tugas pokok kepala sekolah adalah manajerial, kewirausahaan dan supervisi
pada guru dan tenaga kependidikan.

"Hal yang perlu disiapkan adalah sistem presensi online tersebut. Sehingga tidak terkendala dan tidak terjadi tumpang tindih dengan tata kelola presensi yang telah dijalankan oleh pemerintah daerah," terangnya.

Terpisah Kepala SMAN 6 Yogyakarta Drs Munjid Nur Alamsah MM sepakat soal persensi online, cuma perlu sosialisasimatang.Tentunya perlu uji coba dan evaluasi, hasil diperbaiki setelah bagus dilaksanakan secara permanen.

Menurut Guru SMA N 6 Yogyakarta, Eko Sunaryo MPd I, absensi online ini sudah secara serentak dilaksanakan di seluruh DIY. ”Karena ini merupakan kebijakan ya kita laksanakan. Pencairan untuk absensi online ini setiap 3 bulan sekali,” papar Eko.(Ria/War/Ati/Rdi)