Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 10 Juli 2018 / 19:56 WIB

Paska Pilkada, Bupati Minta Masyarakat Tak Terkotak-kotak

KUDUS, KRJOGJA.com - Paska perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 Juni lalu, masyarakat di Kabupaten Kudus diminta tetap bersatu, hidup damai, dan tidak terkotak- kotak. Tidak boleh lagi ada persaingan antarpendukung pasangan calon, karena pesta demokrasi telah usai. TNI siap menjaga stabilitas daerah, dan meminta dukungan semua pihak agar kondisi wilayah tetap kondusif.

Hal itu diungkapkan Dandim 0722 Kudus, Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo, usai pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II Tahun 2018 di Lapangan Desa Klumpit Kecamatan Gebog, Selasa (10/07/2018). “Salah satu program TMMD adalah memberikan pembinaan dan penyuluhan. Kami siap terjun langsung, meminta masyarakat untuk menjaga kondusifitas Kota Kudus. Paska pilkada ini, tidak boleh ada yang terkotak- kotak,” ungkapnya.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Baca juga :

TMMD Sengkuyung Tahap II Digelar Di Wirun

Dandim Bantul Periksa Kesiapan TMMD

TMMD Sengkuyung II 2018 dihadiri Bupati Kudus Musthofa sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanah Gubernur Jateng. Kegiatan dengan tema “TNI Manunggal  Membangun Generasi Milenial” juga dihadiri Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Ketua DPRD Yusuf Roni, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

TMMD sebagai program lintas sektoral, merupakan salah satu langkah nyata mengatasi berbagai permasalahan kamtibmas, radikalisme, narkoba, kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, TMMD yang berlangsung selama satu bulan, juga melaksanakan kegiatan pembangunan fisik  betonisasi jalan sepanjang 508 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 cm di Desa Klumpit.

Sementara, Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dalam amanahnya yang dibacakan Bupati Kudus Musthofa menyatakan, tingkat kemiskinan dan pengangguran di Jateng cukup tinggi, sehingga menjadi pekerjaan rumah untuk diatasi bersama- sama. Hingga akhir 2017, warga miskin di Jawa Tengah mencapai 4,197 juta jiwa atau 12,23 persen dari jumlah penduduk sekitar 34 juta. Sedang jumlah pengangguran terbuka mencapai 4,57 persen atau sekitar 1,5 juta. (Trq)