Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 10 Juli 2018 / 16:27 WIB

Mendikbud Minta Sekolah Cek Penggunaan SKTM di PPDB 2018


JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

"Sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja tanpa verifikasi ke lapangan. Kecuali ada kesengajaan," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Jakarta Selasa (10/7 2018).

Mendikbud berharap penggunaan SKTM jangan sampai disalahgunakan dalam PPDB sebab SKTM hanya digunakan bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB dijelaskan bahwa kuota minimal untuk siswa yang tidak mampu sebanyak 20 persen.

BACA JUGA :

Waspada! Penggunaan SKTM Fiktif Sering Terjadi Saat PPDB SMA/SMK

Terbukti Manipulasi SKTM, Orangtua Bisa Terancam Pidana

"Permendikbud tersebut juga mengatur mengenai sistem zonasi, yang kriteria penerimaan bukan pada nilai, namun tempat tinggal. Dengan sistem itu, maka siapa yang lebih dekat dengan sekolah lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah itu."

Hal terpenting, kata Mendikbud kebijakan dalam penerapan PPDB adalah membuat anak mendapatkan layanan pendidikan yang terdekat dari rumah/tempat tinggalnya. Apabila dalam satu zona kelebihan kuota, atau daya tampungnya tidak mencukupi, maka Dinas pendidikan wajib mencarikan sekolah.

"Evaluasi pelaksanaan PPDB di seluruh Indonesia berjalanlancar. Cukup baik, lebih tertib dibanding tahun sebelumnya. Saya harap tahun depan bisa lebih baik. Memang ada beberapa masalah di lapangan, tapi Kemdikbud terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan dinas terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," tegas Mendikbud. (Ati)