DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 10 Juli 2018 / 10:27 WIB

Jamsyar - Baznas Kembangkan Desa Kreatif di DIY

JAKARTA, KRJOGJA.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menggelorakan moto “kuat karena zakat” melalui kerja sama dengan PT. Jamkrindo Syariah (Jamsyar) dengan merealisasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Alhamdulillah, PT. Jamkrindo Syariah memercayakan dana zakat ke Baznas untuk disalurkan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat di Desa Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul. Ini merupakan salah satu dari 75 desa tertinggal di wilayah Provinsi Yogyakarta,” kata Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd. Nasir Tajang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Pada saat melakukan penyaluran hadir sejumlah direksi dan perwakilan manajemen Jamkrindo Syariah serta Kepala Baznas Microfinance, Noor Aziz dan amil Baznas Asto Duriad. Nasir menjelaska, Desa Wonolelo memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk program ekonomi. 

“Salah satu potensi itu adalah industri kreatif. Sudah sejak lama masyarakat di kampung ini melakukan aktivitas ekonomi melalui pengembangan industri kreatif, mulai dari kerajinan bambu, tas perca, dan beberapa kerajinan lain dari kayu. Berbagai model produk hasil kerajinan bambu dan tas perca telah dihasilkan desa ini,” ujar Nasir. 

Meski sudah lama, tuturnya, kerajinan masyarakat dalam kondisi timbul tenggelam karena bergantung pada dukungan permodalan yang minim. Padahal, modal itu diperlukan untuk pengadaan bahan baku perca maupun bambu sebagaimana diungkapkan para warga. Bahan baku perca diperoleh dari Solo, sedangkan bambu didapatkan dari daerah Gunungkidul.

Nasir memaparkan, perjuangan menjadikan kerajinan sebagai sektor ekonomi utama, sangat diharapkan masyarakat. Ini akibat kondisi wilayah pertanian mereka yang hanya mengandalkan tadah hujan. “Baznas hadir dengan program pemberdayaan ekonomi dengan tujuan mewujudkan Desa Wonolelo sebagai Desa Kreatif, sehingga dapat menjadi sektor ekonomi utama masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Nasir menerangkan, skema yang diterapkan adalah penyediaan akses dukungan permodalan dan pelayanan pengembangan usaha (business development). Ini dikelola Baznas Microfinance melalui kemitraan dengan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Yogyakarta, yaitu BPRS Margirizki Bahagia. (Ful)