Wisata Editor : Danar Widiyanto Senin, 09 Juli 2018 / 18:30 WIB

KASAN RAJI PERAJIK POPULER TAHUN 1930an

Berburu Soto Asli Semarang, Lezatnya Sempurna

SOTO merupakan kuliner paling populer dan banyak varian yang diimprof dengan selera kedaerahan. Karenanya ada Soto Surabaya, Soto Madura, Soto Boyolali, Soto jakarta atau dikenal Soto Mie, Soto Kudus dan ada pula Soto Semarang yang dikenal kuahnya bercita rasa seger.

Di Kota Semarang sendiri sejak dulu sering terdengar dan dikenal dengan adanya Soto Idjo. KRJOGJA.com mencoba menelusuri dan menemukan sumber yang kompeten keturunan dari pelopor Soto Semarang yang kemudian warungnya sering disebut Soto Idjo, karena pada waktu revolusi dulu, yang banyak makan di warung milik Kasan Raji tersebut kebanyakan tentara berbaju hijau di sekitaran jalan Dr Cipto Semarang.

Baca Juga: 4 Soto Enak dan Legendaris di Kota Yogya yang Harus Dicoba

Kasan Raji, merupakan sosok asli Kudus yang hijrah ke Semarang di tahun 1930an dan berdagang soto. Selama berdagang, menurut Totok, cucu dari Kasan Raji yang kini membuka Soto Khas Semarang di kawasan gedung Seni Sobokarrti, Jalan dr Cipto Semarang, awalnya sang kakek membawa cita rasa soto Kudus ke Semarang. Namun karena dinilainya selera masyarakat Semarang sangat beda dengan masyarakat Kudus, maka Kasan Raji belajar memahami selera masyarakat Semarang yang justru senang pada hal-hal yang masih segar. Misalnya tomat mentah, daun seledri dan daun bawang yang mentah, hingga rajangan (potongan) kol atau kobis yang masih segar.

Totok, pewaris Soto Khas Semarang racikan olahan Kasan Raji, kakeknya.

Bumbu pun menurut Totok yang mengetahui sejarah tersebut dari almh ibunya, Sri Danarti, lambat laun dirubah dan disesuaikan. Soto Kudus yang khas dengan bumbu kemiri dan dijual Kasan Raji, lambat laun berubah menjadi Soto yang kini dikenal sebagai Soto Semarang.

Totok yang kini terus mengembangkan usaha Soto Semarang, mengaku ada kekhasan dari olahan kuliner Soto Semarang. "Ayamnya harus ayam kampung, sebab akan berpengaruh pada aromanya. Selain itu lauk pelengkap berupa sate ayam juga dipilih ayam kampung, terutama ayam jago", ujar Totok yang mewarisi warung soto Semarang dari Dibyo Sutanto, almarhum ayahnya, suami dari Sri Danarti salah satu putri Kasan Raji.

Menurut Totok, cita rasa Soto Semarang kekhasannya ada pada sayuran yang mentah, tidak ukut dimasah dalam kuah. "Tomatnya merupakan tomat segar yang dipotong-potong dan dimasukkan ke mangkok setelah dibubuhi kuah. Selain itu potongan daun sledri dan bawang juga dalam keadaan mentah dan segar. Cita rasa bawang putihnya juga terasa karena digoreng terpisah dan dicampurkan kuah", ujar Totok yang didampingi adik bungsunya Sri Puji Astuti.

Kekhasan lain yang melengkapi Soto Khas Semarang adalah sate ayam. Telur ayam bacem, tempe goreng, perkedel dan gimbal udang menjadi pilihat nikmat lainnya.

Baca Juga: Ini Dia Uniknya Bandara Baru Ahmad Yani Semarang

Ayam kampung yang hendak dibuat sate harus dimasak dan dibumbui hingga tanak atau empuk, setelah itu baru dipotong dan ditusuk bambu layaknya sate, kemudian dimasak dengan penambahan bumbu kecap. Yang khas lainnya adanya telur ayam yang dimasak kecap hingga keras atau gempi. Makannya dengan cara dipotong-potong dan diberi potongan bawang putih goreng dan bumbu kecap.

Gimbal udang juga cukup khas disantap dengan Soto Semarang. Penasaran boleh mampir dan coba menikmatinya di depan Rubasan Kemenkumham Jawa Tengah Jalan Dr Cipto Semarang, atau tepatnya di Sobokarti. (Cha)