Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 09 Juli 2018 / 11:44 WIB

Unika Gelar Studi Kebangsaan 'Perjumpaan Agama Dalam Konstalasi Politik'

SEMARANG, KRJOGJA.com - Dosen Ateneo De Manila University Filipina Rm Dr Greg Sutomo SJ saat mengisi studi kebangsaan 'Perjumpaan Agama Dalam Konstelasi Politik' yang digelar oleh The Soegijapranata Institutue (TSI) Unika Soegijapranata Semarang berpendapat dalam sejarahnya ada masa masa perjumpaan antara Islam dan Kristen (nasrani) berlangsung sangat baik.

Termasuk di jaman Nabi Muhammad dengan Piagam Madinahnya serta di jaman keemasan iptek di masa Islam banyak ilmuwan muslim yang menerjemahkan karya karya mereka maupun karya non muslim ke berbagai bahasa seperti Latin dan bahasa Eropa.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Sejarah panjang perkembangan Islam maupun Kristen banyak mengalami perjalanan atau masa masa perjumpaan yang baik termasuk toleransi dan kerjasama keilmuan. Sejarah masa baik ini bisa dijadikan umat Islam maupun Kristen menjalin hubungan baik di masa sekarang dan akan datang, sedangkan masa kurang baik atau kelam yang pernah terjadi tidak dijadikan pola pikir untuk maju ke depan."


"Terlebih umat Islam dan umat Kristen di Indonesia bersaudara, bertanah air yang sama dan masuknya Islam ke Indonesia lewat akulturasi budaya bukan peperangan sedangkan agama Kristen lebih banyak lewat kolonial” ujar Rm Dr Greg Sutomo SJ pada studi kebangsaan yang dibuka Ketua TSI Unika Thomas Budi Santoso MSi Ed.D.

Menurut Dr Greg Sutomo yang alumni S-3 UIN Syarif Hidayatullah dibawah promotor  Prof Azyumardi Azra MA CBE ini, Indonesia beruntung karena memiliki Pancasila yang bisa dijadikan pemersatu seluruh warga negara dengan berbagai latar belakang suku, bahasa, dan agama yang berbeda. (Sgi)