Ribuan Pekerja Pelinting Rokok Masih Menganggur, Apa Langkah Pemerintah?

Ilustrasi

SEMARANG, KRJOGJA.com - Penutupan pabrik pengolahan tembakau berdampak kepada pemecatan pekerja. Hingga kini, puluhan ribu pelinting rokok belum mendapatkan lapangan kerja baru.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM), Sudarto mengatakan, para pelinting rokok pun sulit bersaing jika harus beralih ke lapangan pekerjaan baru. Itu karena mereka memiliki pendidikan dan keterampilan terbatas.

Baca Juga: Marak Penipuan, Lembaga Penyalur Tenaga Kerja Diawasi Ketat

Para pekerja pun sulit bila harus pindah kerja ke sektor lain atau bersaing dengan pencari kerja di sektor lain. "Negara perlu hadir untuk mereka," jelas dia melalui keterangannya, Minggu (8/7/2018).

Dalam rentang 2006-2016, sedikitnya 3.100 pabrik tutup dan 32.000 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian besar dari mereka adalah pelinting. Sebab, hampir seluruh pabrik yang ditutup merupakan pabrik sigaret kretek tangan (SKT).

Bahkan jumlah pekerja yang terkena PHK diprediksi lebih besar. Itu karena ada sejumlah pabrik yang tidak tergabung di asosiasi dan data mereka tidak terpantau.

Sudarto mengatakan, solusi untuk masalah itu harus komprehensif. Pemerintah harus melihat hingga ke akar masalahnya yakni semakin berkurangnya pabrik SKT.

Baca Juga: Hingga 2030, RI Kekurangan 57 Juta Tenaga Kerja Terampil

Kini, berbagai kebijakan pemerintah memang tidak ramah SKT. Dengan berbagai alasan, pemerintah mendorong penurunan konsumsi rokok khususnya SKT.

Karena karakter produknya, konsumsi SKT butuh waktu lebih lama dibandingkan konsumsi sigaret kretek mesin (SKM). Padahal, berbagai regulasi mendorong waktu konsumsi rokok semakin singkat. Akibatnya, semakin banyak orang beralih ke SKM dan SKT ditinggalkan.

Sudarto mengatakan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan juga nasib pekerja SKT. Pemerintah harus mencari solusi untuk kesejahteraan pelinting. "Mereka juga warga negara Indonesia dan pemerintah harus hadir untuk mereka," tutup dia.(*)

Tulis Komentar Anda