Jateng Editor : Ivan Aditya Minggu, 08 Juli 2018 / 15:29 WIB

Jelang Kurban, Sukoharjo Siapkan Tim Pemantau

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Tim pemantau hewan kurban disiapkan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo untuk memantau kesiapan Idul Adha Agustus mendatang. Petugas akan melakukan pemeriksaan baik terhadap hewan kurban di pasar hewan, peternak maupun pedagang musiman di pinggir jalan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (08/07/2018) mengatakan, sudah mempersiapkan tim pemantau dan siap menjalankan tugas dengan pemantauan di lapangan. Tim tersebut bertanggungjawab atas kondisi kesehatan hewan kurban yang akan disembelih saat Idul Adha.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Petugas akan disebar kesejumlah tempat dan wilayah sasaran secara bertahap disesuaikan dengan jadwal. Sebab apabila serentak maka sangat tidak memungkinkan mengingat keterbatasan petugas dan jangkauan wilayah kerja.

"Memang pelaksanaan Idul Adha masih lama satu bulan kedepan Agustus nanti. Tapi kami sudah menyiapkan tim karena menjadi agenda tahunan ada penyembelihan hewan kurban. Petugas akan memantau artinya berkaitan dengan ketersediaan hewan kurban, memeriksa mengenai kondisi kesehatan hewan kurban dan menganalisis data berapa hewan kurban yang disebembelih pada Idul Adha tahun ini," ujar Netty Harjianti.

Tahapan yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo cukup banyak membuat petugas harus bergerak jauh hari. Pemantauan dilakukan tidak hanya pada hewan kurban milik peternak lokal Sukoharjo saja namun juga berkaitan dengan distribusi atau lalu lintas perdagangan hewan kurban di pasar hewan.

Salah satu tempat yang dipantau oleh petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo yakni Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban. Disini arus lalu lintas perdagangan hewan sangat banyak tidak hanya melayani pembeli lokal pedagang atau peternak juga sering mendapat pesanan sampai luar kota.

Netty menjamin secara jumlah stok kebutuhan hewan kurban baik kambing dan sapi terpenuhi karena sangat banyak baik ditingkat pedagang maupun peternak. Namun untuk kondisi kesehatan dan kelayakan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas.

Pemeriksaan dilakukan petugas untuk mengetahui apakah hewan kurban siap disembelih atau memiliki penyakit. Apabila ada penyakit maka akan segera dilakukan penanganan dengan pemberian obat dan vitamin.

"Penyakit yang rawan menjangkiti hewan kurban seperti kulit, kuku dan cacing. Petugas nanti akan melakukan pemeriksaan kelayakan hewan kurban. Apabila ada temuan hewan kurban sakit berpenyakit maka dilakukan penanganan," lanjutnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo juga menyiapkan pendataan berkaitan dengan kebutuhan hewan kurban yang akan disembelih saat Idul Adha Agustus mendatang. Data sangat penting diperlukan berkaitan dengan angka berapa yang disembelih dan berapa sisanya.

Netty menegaskan, tidak sembarangan dalam menyiapkan angka kondisi hewan ternak seperti sapi dan kambing baik sebelum maupun sesudah Idul Adha. Sebab data tersebut harus valid sebagai acuan pemerintah berkaitan dengan ketersediaan hewan ternak dan daging.

"Kabupaten Sukoharjo sudah swasembada daging sapi dan banyak warga yang jadi peternak baik secara pribadi maupun kelompok. Ternak sapi asal Sukoharjo juga diandalkan pemerintah pusat," lanjutnya.

Dalam pelaksanaan persiapan Idul Adha Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo juga melibatkan sejumlah pihak terkait. Seperti dari pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, peternak sampai pengurus masjid atau panitia Idul Adha.

"Selama proses persiapan kami juga membuka diri pada semua pihak berkaitan dengan menyambut Idul Adha khususnya hewan kurban. Apabila ada temuan ternak berpenyakit atau lainnya maka silahkan melapor ke petugas," lanjutnya. (Mam)