Ragam Editor : Agung Purwandono Sabtu, 07 Juli 2018 / 15:44 WIB

Lolos SBMPTN, Elang Nekat Jalan Kaki dari Condongcatur ke Kulonprogo

JUMAT, 6 Juli 2018, Laurentius Elang Sukma Yudha berangkat meninggalkan Condongcatur di Kabupaten Sleman menuju Kalibawang di Kabupaten Kulonprogo. Namun, tidak seperti perjalanan antar kabupaten lain yang biasanya menggunakan kendaraan bermotor, Elang justru melakukannya dengan berjalan kaki. 

Perjalanan ini ia lakukan sebagai bentuk pelaksanaan nazar atau janji yang pernah dia ucapkan karena ia lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Elang diterima di Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran.
"Pada intinya, untuk mempersiapkan SBMPTN dari tahun lalu, saya harus mengorbankan banyak hal, belajar keras, dan juga berkorban satu tahun nganggur untuk belajar. Oleh karena itu, saya bernazar jika perjuangan satu tahun ini berhasil maka saya akan jalan dari kos saya di Condongcatur sampai rumah saya di Kalibawang," tutur Elang yang berusia 18 tahun itu kepada KRjogja.com.

Baca
Anak Muda Bantul Ini Produksi Jersey Sepak Bola yang Diakui Internasional

Selama 20 Tahun, Dosen UGM Ini Koleksi 500 Kaus Bekas Pemain Bola

Berbekalkan uang 15 ribu rupiah untuk membeli minum, Elang memulai perjalanannya pada pukul 2 siang dari kosnya di Condongcatur dan tiba pukul 9 malam di rumahnya di Kalibawang. Perjalanan dilakukan ditemani kawan seperjuangannya di tempat les dulu. Bila dihitung, Elang telah berjalan kaki sejauh kurang lebih 28 kilometer melewati dua kabupaten di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ya capek sih. Tapi karena sudah puas jadi hilang capeknya," jawab Elang ketika ditanyai tentang perasaannya setelah menyelesaikan nazar tersebut.  Elang juga mengatakan kalau ia merasa lega karena sudah berhasil menepati janji dan ia berharap akan dapat menjalani perkuliahan dengan baik.

Elang sendiri yang lulusan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta sudah selama satu tahun mempersiapkan diri untuk ujian SBMPTN. Selama berjuang tersebut, ia mengaku bahwa ia harus belajar lebih ekstra daripada sebelumnya karena soal-soal yang cenderung berbeda dari soal SMA yang telah ia tinggalkan setahun sebelumnya.

 Ia pun mengatakan bahwa ia juga merasa bangga karena ia telah berhasil lolos SBMPTN yang biasanya hanya meloloskan sedikit peserta. (Rahina Dyah Adani)