Gelombang Setinggi 4 Meter Paksa Nelayan Gunungkidul Libur Melaut

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Gelombang tinggi Pantai Selatan Gunungkidul kembali terjadi dengan ketinggian mencapai dua kali lipat dari kondisi normal, Jumat (06/07/2018). Koordinator SAR Korwil II Pantai Baron Marjono menyatakan, selain terjadi gelombang tinggi kisaran 10 feet -15 feet atau naik antara 3 sampai 3,5 meter dalam beberapa hari terakhir juga terjadi angin kencang.

Akibat kejadian ini sudah lebih satu minggu sejak akhir Juni lalu tidak ada kegiatan melaut. ”Seluruh nelayan saat ini belum beraktivitas, sedangkan nelayan disiagakan selama 24 jam,” katanya, Jumat (06/07/2018).

Meskipun masih relatif aman bagi aktivitas pelayaran, tetapi ketinggian gelombang yang diprediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKB) mulai Sabtu (07/07/2018) akan terjadi gelombang tinggi mencapai 4 meter dari kondisi normal. Karena itu antisipasi nelayan untuk tidak melaut mendapat apresiasi tim SAR.

Kondisi gelombang tinggi maupun angin kencang yang terjadi hingga seluruh perairan Samodra Hindia atau pantai selatan ini sangat berpotensi terjadinya bencana dan kecelakaan laut. Adapun terjadinya gelombang laut ini merupakan fenomena rutin cuaca buruk tahunan di perairan laut selatan. ”Antisipasi terus kita lakukan agar dampak cuaca buruk di perairan laut tidak menimbulkan korban,” imbuhnya.

Terkait kondisi gelombang maupun angin kencang di perairan laut selatan Tim SAR terus meningkatkan pengawasan menyikapi terjadinya perubahan cuaca tersebut dengan meningkatkan pengamanan dan pemantauan lapangan. Jika ketinggian gelombang laut terjadi, seluruh kapal ikan yang ditaruh di bibir pantai diminta untuk dipindahkan agar terhindar dari gelombang besar.

Kondisi ini akan terus dipantau jika terjadi kenaikan signifikan mereka diminta untuk waspada. Selain memantau perubahan gelombang laut, Tim SAR juga memberikan imbauan kepada wisatawan agar berhati-hati.

Selain tidak bermain air di kawasan pantai atau pada titik rawan kecelakaan laut juga diminta mengindahkan larangan untuk tidak mandi maupun berenang di laut. Imbauan dilakukan secara langsung maupun melalui pengeras suara. Sepanjang pantai selatan meliputi Saptosari, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Panggang dan Purwosari terus dipantau.

”Sebelum terjadi gelombang tinggi, diawali adanya angin kencang yang berlangsung lebih satu minggu ini,” ucap Sukamto, anggota Tim SAR Linmas Korwil II Gunungkidul.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Drs Edy Basuki menambahkan, selain gelombang tinggi cuaca buruk juga disertai dengan angin kencang dan cuaca dingin di perairan laut selatan. (Bmp)

Tulis Komentar Anda