Bagi-bagi Duit ke Calon Pemilih, Dua Orang Jadi Tersangka

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Dua warga Karanganyar berinisial SW dan SG, ditetapkan tersangka tindak pidana pemilu berupa bagi-bagi uang agar memilih pasangan calon bupati wakil bupati Karanganyar saat pemungutan suara 27 Juni lalu. Kasusnya kini ditangani kejaksaan usai Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) melimpahkannya ke penyidik Polres Karanganyar.

“Pada 27 Juni malam, tim Gakkumdu menetapkan kasus itu memenuhi unsur pidana pemilu. Baru kemudian keesokan harinya (28 Juni), kami memanggil saksi pelapor, terlapor dan warga,” kata Komisioner Bawaslu Karanganyar, Darsono kepada wartawan di kantornya, Jumat (6/7/2018).

Dua pelaku bagi-bagi duit itu tertangkap saat membagikannya ke calon pemilih di wilayah Kelurahan Delingan, Karanganyar Kota, Rabu (27/6/2018) pukul 05.00 WIB. Panwascam Karanganyar Kota melepaskannya usai mengantongi identitas dan kesanggupannya diproses sesuai hukum yang berlaku. Dalam lampiran hasil rapat pleno Gakkumdu disebutkan, pelapor atas nama Wagiman, warga Jrakah Rt 03/Rw XIII Delingan.

Awalnya, ia melaporkan SW yang merupakan tetangganya di Rt 01. SW tertangkap basah membagikan uang masing-masing Rp 20 ribu ke masyarakat berhak pilih di Delingan. Di dalam jok sepeda motor SW tersimpan uang Rp 1,170 juta dalam pecahan Rp 20 ribu, dua stiker paslon bupati wakil bupati Karanganyar nomor urut 1, Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih (Roda) ukuran 5X8 sentimeter dan daftar nama warga penerima uang.

Setelah SW tertangkap basah, ia memberitahu timnya terkait hal itu. Beberapa saat kemudian, SG datang ke Delingan untuk menarik lagi uang yang sudah dibagikan. Hal itu justru menguatkan dirinya terlibat bagi-bagi duit hingga akhirnya ditetapkan tersangka.

Darsono mengatakan timnya melakukan kroscek ke lokasi kejadian dan menanyai warga penerima uang secara acak. Mereka mengaku menerimanya kemudian membubuhkan tanda tangan bukti telah menerima.

“Caranya bermacam. Ada yang mengetuk pintu lalu memberi uang. Ada yang memberikan lewat jendela dan sebagainya,” katanya.

Kanit II Satreskrim Polres Karanganyar, Iptu Herawan mewakili Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Purbo Andjar Waskito mengatakan kasus dugaan money politics selesai disidik. Saat ini, berkas pemeriksaan telah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kami memiliki waktu terbatas menangani kasus pidana pemilu. Sehingga harus bergerak cepat. Berkas kasusnya terpisah antara tersangka SW dan SG,” katanya.

Dalam pengembangan kasusnya, ternyata sebagian uang terlanjur dibagikan tersangka ke calon pemilih. Menurut keterangan, mereka bermodal Rp 2 juta lebih.

Adapun barang bukti selain uang tunai dan stiker juga sepeda motor tersangka. Tersangka dikenai pasal 187 A UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 72 bulan dan denda maksimal Rp 1 miliar. (Lim)

Tulis Komentar Anda