Warga Sragen Wajib Matikan TV dan HP Setiap Hari

Istimewa

SRAGEN, KRJOGJA.com - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati membuat gebrakan dengan mengeluarkan kebijakan 'Gerakan Matikan TV, Matikan HP, Ayo Mengaji dan Belajar pukul 18.00 – 20.00 WIB'. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai bentuk komitmen Pemkab Sragen untuk mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak.

"Seluruh elemen masyarakat supaya melaksanakan gerakan pada pukul 18.00 – 20.00 untuk mematikan TV, matikan HP. Waktu itu harus digunakan untuk mengaji dan belajar," ujar Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Jumat (06/07/2018).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sragen Nomor: 451/34/2018, tanggal 5 Juli 2018 tentang Gerakan 18.00-20.00 Matikan TV, Matikan HP, Ayo Mengaji dan Belajar. SE tersebut ditujukan kepada para kepala dinas/badan, pimpinan vertikal BUMN/BUMD, Camat, kepala desa/kelurahan dan ketua RT/RW se-Kabupaten Sragen.

BACA JUGA :

Semangat Pemkab Sragen Membara, Tapi Dana Revitalisasi Pasar Menyusut

Lima Puskesmas di Sragen Belum Terakreditasi

Selain untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak, Gerakan Ayo Mengaji dan Belajar ini juga untuk mengimplementasikan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Sragen. Yuni menyampaikan, semua camat agar melanjutkan dan meneruskan SE ini kepada kepala desa/kelurahan untuk dapat menindaklanjuti gerakan tersebut di wilayah masing-masing. 

"Semua kepala desa dan kelurahan bertanggungjawab terwujudnya gerakan tersebut. Ketua RW, Ketua RT wajib melaksanakan pemantauan secara berkala," tandasnya.

SE itu juga menyerukan kepada semua kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Sragen agar bekerjasama dengan komite sekolah masing-masing untuk memasyarakatkan gerakan ini kepada wali murid dan peserta didik. (Sam)

Tulis Komentar Anda