Ekonomi Agregasi    Jumat, 06 Juli 2018 / 23:13 WIB

Lifting Migas Meleset dari Target APBN, Ini Sebabnya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan capaian produksi migas (lifting) Indonesia mencapai 1.923 barel setara minyak per hari (boepd).  Angka ini hanya tercapai 96% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2 juta BOEPD.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyebutkan, realisasi lifting minyak bumi sebesar 771 ribu barel per hari (bopd) atau baru 96% dari target sebesar 800 ribu bopd. Sementara, realisasi lifting gas bumi sebesar 1,152 juta boepd atau hanya 96% dari target yang sebesar 1,2 juta boepd.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Adapun outlook total lifting migas hingga akhir tahun yakni 1.891 ribu boepd atau sekitar 95% dari target APBN 2018. “Rinciannya, outlook untuk minyak bumi 775 ribu atau 97% hingga akhir tahun dan outlook untuk gas bumi 1,116 juta boepd atau 93% dari target,” ujar Amien saat paparan kinerja sektor hulu migas semester-I di Gedung SKK Migas, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Amien menjelaskan, target produksi gas yang tidak tercapai bukan hanya disebabkan dari hulu migas saja, melainkan juga dari sisi konsumer. Di mana gas sudah tersedia, namun konsumennya tidak ada atau jaringan transmisi tidak ada.

"Kalau seperti ini KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) ini tak bisa disalahkan. Penyebab komersial atau distribusi tidak siap juga macam-macam, ada belum kesepakatan harga, ada manajemen pipa distribusi belum final," katanya.

Sementara, target produksi minyak yang tidak tercapai dikarenakan jumlah pengeboran sumur baru juga tak mencapai target. Hingga 30 Juni sumur bor baru sebanyak 11 atau terealisasi 10% dari rencana 104 sumur.

"Kalau minyak itu karena lapangan tua, produksinya decline (berkurang). Supaya ini bisa ditutup dengan produksi baru, jadi harus ngebor sumur baru, kalau pengeboran baru belum 100% dan tambah produksi, kan produksi tidak sesuai target jadinya," jelasnya. (*)