Gubernur BI : Pariwisata Penopang Ekonomi Indonesia

Perry Warjiyo (Istimewa)

JAKARTA,KRJOGJA.com - Bank Indonesia menegaskan akan menggenjot sektor pariwisata. Tujuannya untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Hal ini dilakukan karena pada kuartal pertama ini, CAD mencapai 2,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pariwisata adalah pilihan tepat untuk memperkuat ekonomi Indonesia karena pariwisata mampu meningkatkan cadangan devisa negara yang tergerus sejak Februari lalu. Hal ini dikarenakan terus digunakannya cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Pilihannya adalah memberdayakan sektor pariwisata demi meningkatkan devisa dalam negeri. Sehingga mengelola CAD Indonesia tetap aman. Saat ini pariwisata menjadi penyumbang kedua terbesar devisa Indonesia, setelah komoditas minyak sawit mentah. Sumbangan devisa dari sektor pariwisata bahkan telah menggeser komoditas minyak dan gas, serta batu bara dalam satu tahun terakhir," ungkap Perry di Jakarta. 

Hal ini bukan tanpa dasar yang kuat. Data Kantor Staf Presiden (KSP) menyebutkan, sumbangan devisa dari pariwisata terus meningkat signifikan. Pada 2014, sektor pariwisata membukukan pendapatan devisa sebesar US$10,69 miliar.

Torehan tersebut terkoreksi positif pada 2015 dengan torehan pendapatan US$11,62 miliar. Pendapatan devisa dari sektor pariwisata makin melonjak tajam pada 2016dan 2017. Dengan pendapatan devisa masing-masing US$16,8 miliar dan US$20 miliar. 

Maka tidak heran jika pariwisata harus digenjot. Karena merupakan satu-satunya sektor jasa yang paling potensial menyumbang devisa. Apalagi, pariwisata tidak terpengaruh pergerakan harga komoditas di pasar dunia. 

"Makanya, sektor ini perlu kami garap bersama agar bisa menghasilkan devisa secara cepat," imbuh dia. 

Karena itu, BI bersama pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan sektor pariwisata. Antara lain perbaikan iklim pariwisata dan pengembangan infrastruktur pariwisata. Juga mendorong agar Desa Wisata atau pengembangan UMKM yang turut mempromosikan secara bersama pariwisata Indonesia. (*)

Tulis Komentar Anda