Wisata Editor : Agus Sigit Selasa, 03 Juli 2018 / 14:35 WIB

Ubur-ubur Bikin Takut ke Pantai? Berikut 9 Tips Mengatasinya

YOGYA, KRjogja.com - Wisata pantai selatan di Yogyakarta masih menjadi primadona para wisatawan dimusim libur lebaran dan sekolah ini. Banyaknya destinasi wisata pantai dengan beragam keindahan alamnya menggoda para wisatawan untuk berkunjung.

Namun, kabar adanya serangan Ubur-ubur di Pantai Selatan Yogyakarta cukup mengganggu kenyamanan wisatawan. Ancaman Ubur-ubur cukup membuat ciut nyali wisatawan untuk bermain air di pantai.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Ubur-ubur ini diketahui muncul saat musim pergantian tahun dan kondisi cuaca dingin akhir Juni-September. Beberapa wisatawan bahkan mengaku tidak tahu ada binatang dilaut yang bisa membuat sakit akibat sengatannya ini.

Seperti dikutip dari Kesiniaja.com, sengatan ubur-ubur memang jarang yang mengancam nyawa. Namun, ketika seekor ubur-ubur menyengat akan melepaskan beratus-ratus duri atau yang kita kenal dengan tentakel kecil yang menancap ke dalam kulit serta melepaskan racun. 

Seringkali racun ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman atau ruam merah yang menyakitkan. Dalam kasus-kasus yang jarang, racun ubur-ubur dapat menyebabkan sakit di seluruh tubuh. 

Baca juga: 

Ubur-ubur Meresahkan, Wisatawan Minta Rambu Peringatan

63 Wisatawan Pantai Selatan Gunungkidul Tersengat Ubur-Ubur

Membuat Panik, Puluhan Wisatawan Pantai Jetis Tersengat Ubur-ubur
 

Berikut gejala orang tersengat ubur-ubur: 
* Sensasi terbakar
* Menimbulkan tanda atau garis merah yang berkembang setelah beberapa menit sampai beberapa jam
* Gatal
* Kesemutan dan mati rasa
* Melepuh

Jika menjumpai orang disekitarmu tersengat ubur-ubur dengan gejala diatas, berikut langkah-langkah yang cepat dan benar yang harus dilakukan:

1. Keluarlah dari air dengan tenang
Untuk menghindari kemungkinan disengat berulang kali dan mulai mencari perawatan, keluarlah dari air laut. Cobalah untuk tidak menggaruk bagian yang tersengat atau menyentuhnya dengan tangan. Karena di khawatirkan masih ada tentakel yang menempel di kulit. Menggaruk atau menyentuhnya hanya akan membuat tersengat lebih banyak.

2. Menonaktifkan sengatan
Netralisir rasa sakit tersebut dengan air garam. Dianjurkan dengan air garam hangat, tuangkan ke daerah yang tersengat sambil tetap diam sebisa mungkin.

3. Menghilangkan sengatan yang tersisa
Hilangkan sengatan ubur-ubur dengan krim cukur atau baking soda. Tidak jelas juga, mengapa tindakan ini berhasil, namun British National Health Services (Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris) menyatakan bahwa busa atau krim tersebut membantu membendung penyebaran racun ubur-ubur.

4. Tetaplah benar-benar diam (tidak banyak gerak) ketika melepaskan tentakelnya
Tenangkan diri sendiri sebisa mungkin dan jangan banyak bergerak. Karena semakin banyak bergerak ketika berusaha melepaskan tentakel ubur-ubur tersebut, semakin banyak racun yang akan dilepaskan.

5. Gunakan Benda atau pisau silet untuk membantu mengangkat dan mengelupas tentakel dari kulit

Jangan melepaskan tentakel dengan tangan telanjang karena meskipun tentakelnya tidak menempel pada tubuh ubur-ubur mereka masih tetap bisa menyengat. Tentakel ubur-ubur dapat lepas dari ubur-ubur dan tetap menempel di kulit.

6. Menghilangkan rasa sakit sengatan
Mencuci atau merendam daerah sengatan dengan air hangat/panas membantu dengan proses “denaturing” (mengubah sifat) dan menonaktifkan racun.

7. Konsumsi air yang bersuhu panas
Disarankan minum kopi atau susu panas dengan gula yang lebih (nasehat penduduk sekitar pantai) dan minum air kelapa untuk meminimalisir racun di dalam tubuh.

8. Gunakan antihistamin oral dan topikal untuk mengurangi rasa gatal
Redakan iritasi kulit yang tersisa dengan pil antihistamin, atau dengan krim topikal yang mengandung difenhidramin atau kalamin.

9. Tunggu sehari penuh bagi rasa sakit agar mereda, serta beberapa hari untuk iritasi agar hilang