Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 03 Juli 2018 / 11:08 WIB

Stok Darah Mencukupi Tekan Angka Kematian Ibu

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketersediaan dan keamanan darah sangat penting bagi kehidupan manusia. Persediaan darah yang aman dan berkualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI).

Demikian Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo mewakili Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Kemenkes Jakarta Selasa (3/7 2018). Berdasarkan data rutin kesehatan keluarga tahun 2017 di Indonesia, 27,1% penyebab kematian ibu adalah perdarahan. 

BACA JUGA :

Tekan Kematian Ibu dan Anak, Bumil Diawasi

Polres Bantul Gelar Donor Darah

"Di rumah sakit, kegiatan transfusi darah paling banyak dilakukan di antaranya di bagian penyakit dalam dengan kasus-kasus seperti keganasan, perdarahan saluran cerna bagian atas, bawah, dan gagal ginjal kronik," kata Untung.

Selain itu, kata Untung untuk bagian kebidanan, kasus perdarahan antepartum (plasenta previa, kehamilan ektopik terganggu) dan perdarahan postpartum (retensio plasenta, post operasi Sectio Caecaria) merupakan kasus kebidanan yang sering membutuhkan transfusi darah. Untuk bagian anak, penyakit yang paling banyak membutuhkan transfusi darah adalah Thalassemia.

Karena itu, kata Untung masyarakat memerlukan akses terhadap pelayanan darah dalam jumlah yang cukup. Salah satunya dapat dicapai dengan banyaknya pendonor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya ke Unit Transfusi Darah (UTD), sehingga UTD dapat memenuhi permintaan darah dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia adalah 2% dari jumlah penduduk atau sekitar 5,2 juta kantong darah per tahun, sedangkan produksi darah dan komponennya, berdasarkan laporan tahunan UTD pada 2016 sebanyak 4,2 juta kantong darah dari 3,3 juta donasi. Dari jumlah darah yang tersedia, 92% di antaranya berasal dari donasi sukarela. Sementara untuk laporan produksi darah dan komponennya tahun 2017 masih dalam proses pendataan UTD.
Sejalan dengan hal tersebut, untuk saat ini telah ada program kerja sama antara Puskesmas, UTD, dan rumah sakit dalam pelayanan darah untuk mengurangi angka kematian ibu. Tujuannya untuk menjamin persediaan darah yang cukup bagi ibu hamil, melahirkan dan nifas, dan juga meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela. (Ati)