Lika-liku Dapat Jersey Buruan, dari Penjaga Kontrakan Hingga Antar Pemain Belanja

Dimas Wihardyanto bersama FX Harminanto, wartawan KRjogja.com yang kausnya sewaktu dulu sebagai pemain bola profesional ia koleksi.

SLEMAN, KRJOGJA.com - Memiliki 500-an jersey dari tim nasional dan klub-klub Indonesia tidaklah mudah bagi seorang kolektor. Banyak hal menarik yang dilewati saat berusaha memuaskan hasrat berburu jersey para pemain di klub-klub Indonesia. 

Beberapa tahun lalu, pengalaman menarik pun dialami Dimas Wihardyanto (34) dosen Teknik Arsitektur UGM yang juga kolektor jersey asal Yogyakarta. Saat hendak mencari sebuah kostum PSS dengan nama belakang Marcello Braga. Pemain asing asal Brazil ini adalah idola publik Sleman di periode 2000-an awal saat PSS berlaga di Divisi Utama (tertinggi di Indonesia saat itu). 

“Saya dihubungi orang yang ternyata dulu bersih-bersih di kontrakannya Marcello di kawasan Tridadi Sleman, katanya diberi langsung dulunya. Ketika itu dia mau menyekolahkan anak, jadi bajunya dijual untuk tambahan, yasudah langsung saya beli. Selain memang buruan, ya hitung-hitung membantu orang lain, ada makna tidak cuma hobi saja,” kenangnya. 

Baca Juga :
Selama 20 Tahun, Dosen UGM Koleksi 500 Kaus Bekas Pemain Bola.

20 Tahun Koleksi Kaos Bekas, Dimas Puas Karena Bisa Bantu Pemain Sepak Bola

Anak Muda Bantul Ini Produksi Jersey Sepak Bola yang Diakui Internasional

Di kesempatan lain, pengalaman tak terduga juga pernah dialami Dimas saat berusaha mendapatkan jersey pemain idolanya di salah satu klub. Tak harus mengeluarkan uang kali ini, namun Dimas harus mengantarkan sang pemain untuk berbelanja di salah satu gerai kawasan Selokan Mataram. 

“Saya diminta mengantar belanja, nanti akan diberi jersey oleh si pemain. Kemudian benar dikasih jerseynya di akhir musim. Menarik bahwa tidak semua harus dibeli dengan uang, tapi lewat srawung,” lanjutnya. 

Gagas Jejaring Kolektor Jersey Bekas Pemain

Kini setelah mengoleksi lebih dari 500 jersey, Dimas ternyata tidak hendak berhenti begitu saja. Satu demi satu jersey tim lokal terus dikumpulkan dari musim ke musim. 

Dimas pun kini menggagas jejaring untuk merawat sejarah sehingga nantinya jersey-jersey lawas koleksinya bisa saling melengkapi kepingan masa silam yang sarat makna. Beberapa forum dan perorangan  ‘perawat sejarah’ melalui jersey pun kini mulai menyadari pentingnya hal tersebut, tidak hanya memuaskan hasrat mengumpulkan saja. 

“Karena kita tidak bisa merawat sejarah sendirian, karena semua punya keterbatasan. Saya berharap punya jejaring kolektor di Indonesia, kalau ada yang butuh untuk arsip atau pameran maka bisa saling pinjam untuk melengkapi. Pasti akan sangat indah dan beberapa waktu lalu sudah terealisasi, koleksi saya dipinjam ke Bandung dan Surabaya untuk dipamerkan,” ungkapnya lagi. (Fxh)

Tulis Komentar Anda