Pompa Terbakar, Ribuan Pelanggan PDAM di Gunungkidul Kesulitan Air

Penyabungan pipa dari Bribin ang menghubungkan sumber air Wilayu. (KR-Agus Waluyo)

WONOSARI, KRJOGJA.com - Ribuan pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Tepus dan Girisubo, Gunungkidul kesulitan air akibat rusaknya pompa Bribin. PDAM Tirta Handayani melakukan giliran untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah itu. 

"Pompa yang rusak karena terbakar tersebut kami bawa ke Jakarta untuk mendapatkan garansi dengan pompa baru," kata Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Febrianto SE MM didampingi Kepala PDAM Unit Bribin Wasidi, kepada KR, Minggu (1/7). Pompa yang rusak sendiri memiliki kekuatan 75 Kw dan baru dipasang 10 hari lalu di Sub Sistem Bribin. 

Baca Juga : 

Di Gunungkidul, 100.000 Jiwa Butuh Air Bersih

Mudik Bersepeda Bekasi ke Gunungkidul, Sandi Punya Pengalaman Seram

Ini Fakta Anak Muda yang Mudik Naik Sepeda Bekasi – Gunungkidul

Upaya lain yang dilakukan oleh PDAM yakni mengalihkan sambungan dari Bribin untuk Desa Hargosari, Tanjungsari dengan memanfatkan sumber air di Wilayu. “Penyambungan pipa dari Wilayu terus dikebut sampai Minggu (1/7) kemarin agar air bisa segera mengalir, ” kata Wasidi.

Di samping itu dua pompa yang tersisa di Bribin masih ada 3 pompa masing-masing 2 berkapasitas 75 kw dan 18 kw denganproduksi air kurang  lebih 120 liter perdetik. Kemudian di Reservoar pompa distribusi ada 4 unit masing-masing berkapasitas  3 x 75 Kw dan 1x 93 Kw untuk mensuplai 8.274 sambungan rumah.

Padahal untuk memenuhi kebutuhan sejumlah pelanggan tersebut diasumsikan 100 liter perdetik setiap hari, sehingga diperlukan air sebanyak 270 liter perdetik, sementara yang tersedia saat ini hanya 120 liter perdetik, sehingga masih kekurangan, akibatnya  satu-satunya jalan dengan sistem digilir. (Awa)

 

Tulis Komentar Anda