Pendidikan Editor : Agung Purwandono Senin, 02 Juli 2018 / 01:20 WIB

Mahasiswa Farmasi UAD Manfaatkan Daun Mangga untuk Obat Luka Diabetes

YOGYA, KRJOGJA.COM – Tiga mahasiswa Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri dari Rudi Afrinanda, Yusa Ristiawati, dan M Shoufi Islami berhasil menjadikan daun mangga sebagai obat luka diabetes. Mereka yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian UAD ini telah memulai risetnya sejak 2017 silam, sedangkan proses ekstraksi hingga pengujian menghabiskan waktu 3 bulan.

Produk inovasi bernama  Gerinludia (Gel Mangiferin Luka Diabetes Ekstrak Daun Mangga) yang diketuai oleh Rudi Afrinanda ini terbukti mampu menyembuhkan luka diabetes. "Uji coba Gerinludia pada tikus yang telah diberi perlakuan khusus, efektif menyembuhkan luka diabetes selama 15 hari," kata Rudi kepada KRjogja.com, Sabtu, 30/06/2018.

Gerinludia yang berbentuk gel juga dinilai memiliki kelebihan dibandingkan jenis salep yang umumnya digunakan untuk menyembuhkan luka diabetes. Hal ini diungkapkan oleh anggota tim, Yusa Ristiawati dan  M Shoufi Islami bahwa Gerinludia lebih cepat kering dan mudah diserap kulit.

Baca Juga :
Mahasiswa UGM Temukan Surfaktan Alami untuk Aplikasi EOR

Mahasiswa UGM Ciptakan Parfum Padat 'Tahan Lama'

Mahasiswa UM Magelang Bikin Camilan Bergizi dari Daun Kelor

"Gerinludia bahkan membentuk lapisan baru di atas kulit yang sekaligus berfungsi sebagai pelindung luka," kata dosen pembimbing tim PKM, Deasy Vanda Pertiwi MSc Apt.

Untuk menghasilkan produk Gerinludia (Gel Mangiferin Luka Diabetes Ekstrak Daun Mangga) ini dibutuhkan 10 kg daun mangga jenis mangifera indica. Tim ini terlebih dahulu melakukan ekstraksi daun mangga dengan larutan etanol untuk kemudian dilakukan pengujian analsis terhadap senyawa aktifnya, mangiferin.

Setelah itu, mereka melakukan perbandingan basis untuk menentukan presentase yang terbaik dan memberikan variasi pada dosis ekstraknya.

Setelah mendapatkan formula yang tepat, riset yang diketuai oleh Rudi ini memberikan Gerinludia pada tikus yang telah diberi perlakuan khusus sehingga memiliki luka diabetes. Hasil dari uji coba yang diberikan pada 20 tikus tersebut dapat dilihat pada hari ke-15.

"Tikus yang sebelumnya memiliki luka terbuka sebesar 1 cm dapat tertutup seperti semula setelah diberi Gerinludia," kata Rudi. 

Meskipun terbilang berhasil menyembuhkan luka, Rudi mengungkapkan bahwa obat herbal seperti Gerinludia belum bisa menggantikan secara penuh peran obat sintesis. Namun, Gerinludia yang minim efek samping tetap memiliki kelebihan apabila dibandingkan dengan obat sintesis yang terkadang menimbulkan resistensi dari tubuh seperti alergi.

Selain itu, obat herbal yang berbentuk gel ini juga lebih mudah kering dan terserap ke dalam kulit.

Gerinludia yang juga mengandung antioksidan ini masih memiliki kekurangan dari segi tampilan dan aroma ekstrak daunnya yang cukup menyengat. Hal ini kemudian ditanggapi oleh Deasy yang menganggap bahwa aroma Gerinludia masih bisa diatur lagi, tetapi warnanya yang terlihat hijau kecokelatan ini memang sudah menjadi ciri khas dari ekstrak daun mangga.

Walaupun warnanya kurang menarik, setelah dioleskan pada kulit warna dari gel ini tidak akan terlihat. Selain itu, Gerinludia hanya akan terasa lengket pada beberapa detik saja, selebihnya akan kering dan tidak seperti menggunakan gel. Apabila digunakan pada manusia, Gerinludia dapat digunakan 1-2 kali sehari setelah luka diabetes dibersihkan terlebih dahulu.

Akan tetapi, untuk diuji cobakan lebih lanjut pada manusia perlu dilakukan tahapan berikutnya yang cukup panjang.

Inovasi yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa farmasi UAD tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya penderita luka diabetes yang tidak ditangani lebih lanjut, sehingga harus berujung pada amputasi.

Pemilihan daun mangga untuk Gerinludia ini bertujuan agar daun mangga yang jumlahnya melimpah di berbagai tempat dapat memiliki nilai ekonomi lebih karena sebelumnya hanya dibuang atau dimanfaatkan sebagai pupuk kompos saja. (Tita Meydhalifah).