Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 01 Juli 2018 / 20:11 WIB

Libur Lebaran Usai, Pemohon Kartu Kuning Membludak

BANYUMAS, KRJOGJA.com - Pasca lebaran 2018, pemohon kartu kuning di kantor Dinas Tenaga Kerja, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinnakerkop dan UKM) Kabupaten Banyumas, untuk melamar pekerjaan membludak.

"Kalau hari biasa paling 50 orang, sekarang sudah diatas 100 orang pemohon," kata Plt Sekretaris Dinnarkop dan UKM Banyumas, Suwardi, Minggu (1/7/2018). Ia menjelaskan pemohon mulai membludak sejak 21 Juni kemarin dimana ada 125 orang, hingga akhir bulan yang mencapi 300 orang. Bahkan diperkiraan permintaan kartu kuning yang didominasi lulusan SMA dan SMK itu akan terus bertambah hingga awal Juli 2018.

Meningkatnya permintaan kartu kuning karena ada informasi pembukaan lowongan kerja di Cikarang dan ujian aparatur sipil negara (ASN), yang bakal dibuka pada Juli. Selain itu banyaknya pemudik yang pulang kampung kemudian membawa saudaranya, kerabat dan teman untuk melamar pekerjaan di luar Banyumas.

Sementara itu data di Dinnkaerkop dan UKM Kabupaten Banyumas selama 2017 pemohon kartu kuning mencapai 13.913. Sedangkan pada tahun ini, data pemohon kartu kuning hingga Mei ada 4.691 yang didominasi lulusan SMK.

Diungkapkan di wilayah Cikarang banyak diminati pencari kerja dari Banyumas, terutama lulusan SMK. Pihaknya pun tetap mengupayakan agar masyarakat Banyumas tidak banyak yang mencari pekerjaan di luar Banyumas.

Suwardi menambahkan persaingan perusahaan di Banyumas dengan di Cikarang dapat dikatakan tidak sebanding. Terlebih dengan pendapatan yang diperoleh pekerja, lebih tinggi di Cikarang.

Pemerintah sendiri tidak menghalangi para pencari kerja karena itu hak mereka."Tapi setidaknya kami juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal agar bisa menyaring tenaga kerja dari masyarakat lokal Banyumas,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan dari Dinnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas dengan mengadakan pelatihan seperti las, menjahit, dan sebagainya. Diharpakan dengan pelatihan tersebut, pencari kerja juga bisa mandiri dan bisa membuka lapangan kerja sendiri.

Doni (20) salah satu  pemohon kartu kuning,  mengaku ia membuat kartu kuning, setelah ada tawaran dari saudaranya untuk bekerja di Tengerang. Sebagai salah satu persyaratan maka harus membuat kartu kuning atau pencari kerja. (Dri)