Ragam Editor : Tomi sudjatmiko Sabtu, 30 Juni 2018 / 02:12 WIB

Guru SDN Deresan Sleman Belajar Ruang Angkasa di AS

NURFITRIANA, guru asal SDN Deresan Kabupaten Sleman terpilih menjadi salah satu peserta yang berangkat ke Amerika Serikat mengikuti space camp honeywell guna meningkatkan kemampuan para guru mengajar di bidang sains, teknologi dan matematika.

"Saya juga bingung kenapa saya yang terpilih. Saya guru SD di kampung yang hampir roboh,bahkan pembelajaran di SD saya dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar," ujar Nurfitriyana kepada KRJOGJA.com. di Jakarta,Jumat (29/6 2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Kami disana diajarkan simulasi bagaimana ke Mars dan bulan, kita juga bisa tahu bagaimana ilmu di balik praktik roket air," imbuh Nurfitriana.

Selama mengikuti program Honeywell Educators at Space Academy (HESA) di U.S. Space & Rocket Center (USSRC) di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat para guru mengikuti pelatihan dan aktivitas yang berfokus di bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) dari 21 hingga 25 Juni 2018. 

Disana para guru belajar cara-cara dan teknik mengajar yang inovatif agar mereka lebih mampu dalam membangkitkan ketertarikan murid-muridnya dalam pelajaran sains dan matematika. Dalam program selama lima hari ini, para guru mengikuti pembelajaran intensif 45 jam di kelas, laboratori serta beragam pelatihan, dengan fokus pada eksplorasi luar angkasa. 

Para guru juga belajar melalui simulasi pelatihan yang digunakan oleh para astronot NASA dan mengasah jiwa kepemimpinan dan kerjasama mereka, serta membangun jaringan dengan guru-guru dari negara lain.

"Kami sangat bangga atas kerjasama dengan Honeywell ini dimana kami terus mengundang guru-guru dari seluruh dunia untuk belajar dan tumbuh bersama di fasilitas kami di Alabama," ujar Dr. Deborah Barnhart, CEO dan executive director, USSRC. 

"Kami di USSRC sangat senang dapat membantu para guru agar mereka bisa menginspirasi murid-murid mereka tentang luar angkasa dan di dalam bidang STEM," lanjut Deborah.

Dia menjelaskan tahun ini program HESA berjalan dalam dua kelompok, yang pertama dari 14 ke 19 Juni, yang kedua 21 ke 25 Juni, seluruhnya melibatkan 224 guru dari 35 negara dan 45 negara bagian Amerika Serikat.  Sejak dimulai pada tahun 2004, lebih dari tiga ribu guru telah mengikuti program HESA dan diperkirakan mereka telah berhasil menginspirasi lebih dari 5 juta murid di penjuru dunia.

Peserta HESA harus bisa lulus dari proses ujian yang ketat. Guru yang lulus mendapatkan beasiswa, tiket pesawat pergi pulang, pelajaran dan pelatihan, makan dan akomodasi, yang semuanya didanai oleh Honeywell dan pegawainya

“Para guru mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan menyiapkan murid-muridnya untuk kelak memimpin dunia,” ujar Roy Kosasih, President Honeywell Indonesia. 

“Kini, belajar STEM tidak hanya membaca buku dan mengingat angka dan formula. Justru kini belajar STEM harus dengan mencoba dan mengeksplorasi. Honeywell sangat bangga bisa berinvestasi pada para guru, membantu mereka meningkatkan teknik mengajar serta kurikulum mereka, hingga pada akhirnya, murid-murid mereka dapat meraih masa depan terbaik mereka." (Ati)