Relaksasi BI, DP Nol Persen Bagi Pembelian Rumah Pertama

Istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bank lndonesia ( BI) melakukan pelonggaran untuk pembelian rumah pertama dengan membebaskan uang muka atau  nol persen . Dengan melakukan relaksasi Loan to Value Ratio (LTV) / financing to velue (TFV) hanya berlaku untuk perbankan yang memiliki kredit bermasalah ( NPL) gross di bawa  5 persen dan juga NPL Net juga di bawah 5 persen. 

"Kebijakan  ini diterapkan pada sektor properti dan berlaku 1 Agustus 2018. BI menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif melalui relaksasi Loan to Value Ratio (LTV) guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (29/06/2018).

BACA JUGA :

Sikapi Kebijakan The Fed, BI Relaksasi LTV

BI Bakal Longgarkan Aturan KPR?

Menurut Perry pelonggaran rasio LTV dilakukan karena sektor properti merupakan sektor yang memiliki efek pengganda yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, penyediaan dan permintaan terhadap produk properti yang mulai meningkat dan kemampuan debitur yang makin membaik.

Dia menjelaskan pelonggaran LTV dan FTV ini untuk memberikan keaempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah pertamanya,  juga untuk kredit properti juga pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden, serta penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit/pembiayaan.

"Untuk LTV dan  rasio FTV untuk pembiayaan properti rumah pertama nol persen.
Namun untuk rumah ke dua dan seterusnya akan dikenakan sekitar 80-90 persen terkecuali di bawah 21 meter per segi dibebaskan LTV," ungkapnya.

Untuk penggunaan fasilitas kredit/ pembiayaan melalui inden dan pembiayaan dimungkinkan maksimum 5 fasilitas  kredit tanpa melihat urutannya.Untuk pencairan kredit, setelah akad pencaiarannya maksimum 30 persen. Sedangkan pada saat pondasi pencairan kreditnya mencapai 50 persen. Selanjutnya apabila sudah tutup atap, pencairan kreditnya mencapai 90 persen. Pada pencairan kredit 100 persen pada saat serah terima unit dengan ada AJB.

Menurutnya, kebijakan diharapkan dapat mendukung kinerja sektor properti yang saat ini masih memiliki potensi akselerasi dan dampak pengganda cukup besar terhadap perekonomian nasional. (Lmg)

Tulis Komentar Anda