Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 27 Juni 2018 / 10:51 WIB

Ramadan dan Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai Melonjak

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kebutuhan uang tunai selama ramadan dan idul fitri 2018 mencapai Rp191,3 triliun atau lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar Rp 188,2 triliun. Namun, Bank Indonesia mampu memenuhi lonjakan kebutuhan uang tunai masyarakat dan perbankan di seluruh wilayah NKRI.

"Kebutuhan uang tunai selama ramadhan dan Idul Fitri 2018 mencapai Rp 191,3 triliun, lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar Rp 188,2 triliun," kata Direktur Eksekutif Departemen  Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman di Jakarta, Selasa (26/06/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dikatakan, tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan terhadap uang pecahan besar, penambahan libur dan cuti bersama, kenaikan THR bagi aparat sipil negara dan pensiunan, serta perluasan jumlah titik distribusi uang berupa kas titipan menjadi faktor pendorong peningkatan kebutuhan uang tunai. 
Dijelaskan, dari sisi non tunai, rata-rata volume harian transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada periode ramadhan hingga Idul Fitri 2018 sebanyak 745.089 transaksi, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 692.593 transaksi.

Sementara itu, kata Agusman rata-rata nominal harian RTGS dan SKNBI juga mengalami peningkatan dari Rp 554,7 triliun menjadi Rp 635,4 triliun. 
Dari total nominal transaksi non tunai, 97 persen nya merupakan transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS).

"BI selalu memantau perkembangan kegiatan sistem pembayaran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kegiatan sistem pembayaran berjalan dengan aman, lancar dan efisien,” tegasnya. ( Lmg)