Ragam Editor : Agung Purwandono Rabu, 27 Juni 2018 / 02:29 WIB

Kusnandar, Driver Gojek yang Selalu Bawa Selang untuk Tolong Orang

YOGYA, KRJOGJA.com - Nama lengkapnya Kusnandar, teman-teman sesama pengemudi ojek online biasa menyapa pria 45 tahun ini dengan panggilan Pakde Nandar. Di tengah kesederhanaannya dalam bekerja sebagai driver Gojek, pria ini selalu membawa selang panjang yang digunakan untuk menolong orang.

Pakde Nandar adalah sedikit dari ribuan orang driver ojek online yang tak sekadar bekerja mencari rezeki. Prinsipnya adalah 'Urip Kui Urup' atau hidup itu bermanfaat. Sebagian waktunya saat bekerja ia dedikasikan untuk urusan sosial, membantu sesama. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Meski sebenarnya hidup dengan sederhana, namun Kusnandar mendirikan Sahabat Orang Sakit (SOS) yang memberikan bantuan pada sesama driver yang membutuhkan pendampingan saat sakit. Itu adalah salah satu diantara banyak hal baik dari pria yang akrab disapa “Pakde Nandar” ini. 

KRjogja.com pun menyempatkan berbincang lebih jauh dengan Pakde Nandar saat bertemu di acara halal bihalal Gojek di Masjid Margo Yuwono kawasan Alun-Alun Selatan, Rabu (26/6/2018). Pria yang terlihat berpembawaan tenang dan religius ini mengaku memang aktif mengikuti grup sosial media di Yogyakarta yang membuatnya bertemu banyak rekan baru. 

Tahun 2015 lalu, pria warga Sumberan Ngestiharjo Kasihan Bantul ini lantas bergabung dengan Gojek untuk mencari nafkah tambahan selain berjaga sebagai keamanan di sebuah toko konveksi Jalan Godean. Dipilihlah kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta di Jalan Pasar Kembang (Sarkem) sebagai tempat mencari pelanggan jasa ojek onlinennya. 

Namun lagi-lagi, uang bukan hal utama yang kemudian dicari oleh bapak dua anak ini. Di dunia ojek online ternyata ia menemukan banyak rekan yang memiliki kesamaan tujuan dalam hidup yakni membantu sesama. 

“Saya bersama komunitas di Sarkem Street ternyata banyak yang punya sisi kemanusiaan luar biasa. Orientasi mencari nafkah memang utama tapi tidak mengurangi keinginan untuk membantu sesama yang membutuhkan, kata orang Jawa “Urip Kui Urup”,” ungkap Nandar tersenyum. 

Dengan motor maticnya, Nandar dengan penuh semangat mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Uniknya, selain helm dan jaket hijaunya, Nandar tak pernah melupakan satu barang di dalam motornya, yakni selang kecil yang sebenarnya cukup panjang. 

KRjogja.com pun sempat menanyakan untuk apa selang kecil tersebut selalu dibawa di jok motornya. Dengan sedikit bicara, Nandar langsung membuka jok motor, penutup bensin lalu mempraktekkan apa yang sering dilakukannya. 

“Kalau menemukan orang yang kehabisan bensin di jalan, ya dipakai untuk membagi bensin saya. Begini lho caranya,” sambung Nandar sembari memperagakan menyedot bensin lalu mengalirkannya ke tangki bensin motor lain yang kosong. 

Baca Juga : 

Fakta Mudik Bersepeda Bekasi - Gunungkidul

Anak Muda Bantul Ini Produksi Jersey Sepak Bola yang Diakui Internasional
Dipelihara Dua Bulan, Joper Siap Dipanen
Mudik Bersepeda Bekasi ke Gunungkidul, Sandi Punya Pengalaman Seram

Waktu beroperasi yang kebanyakan malam hari membuat Nandar kerap menggunakan selang tersebut untuk membantu pengemudi motor lain yang kebetulan kehabisan bensin. Berbagai pengalaman pun dirasakan meski sebenarnya niatan baik dan tulus yang ada dalam diri. 

“Di Seyegan beberapa waktu lalu pernah, malah dikira akan berbuat tidak baik. Tapi setelah saya jelaskan pelan-pelan akhirnya mau menerima bantuan saya dan cur, langsung lancar,” kenangnya tertawa. 

Bersama rekan-rekan pengemudi online, Nandar pun kini berhasil membentuk komunitas yang tujuannya sama, membantu orang membutuhkan. Memberikan bensin dari motor, hingga membuka gerai tambal ban gratis di malam hari pun sudah dilakukan termasuk bantuan pendampingan orang sakit pada sesama driver.  (Fxh)