Gaya Hidup Agregasi    Selasa, 26 Juni 2018 / 05:40 WIB

Bedak Tabur Bisa Akibatkan Kanker?

MULAI sekarang, sebaiknya Anda yang terbiasa menggunakan bedak talek atau bedak tabur mesti berhati-hati. Pasalnya, bedak ini dianggap menjadi penyebab masalah kanker.

Fakta mengejutkan ini pertama kali berhembus di Amerika Serikat. Seorang perempuan dilaporkan disiagnosis kanker ovarium karena paparan abu bedak talek.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Karena kasus itu, dia pun mengajukan laporan kepada salah satu perusahaan bedak talek terbesar di dunia. Dilasir dari Daily Mail, Senin (25/6/2018), pengacara korban, bekerja sama dengan Ahli Mesothelioma, pun mencoba mengungkap fakta ini secara ilmiah.

Menurut Ahli Mesothelioma Phillip Gower, kasus semacam ini perlu diperhatikan dan dia mengaku bahwa banyak masyarakat harus mengetahuinya. "Ada masalah besar di luar sana. Sejauh ini kita hanya menggores permukaan. Ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan pun," terangnya.

Gower melanjutkan, pihaknya percaya banyak wanita tidak menyadari bahwa menggunakan bedak talek bisa berdampak buruk bagi mereka dan beberapa dari mereka sekarang sudah sakit parah karenanya. "Sayangnya yang lain telah meninggal, dan keluarga mereka hanya mengetahui tentang hubungan potensial sesudahnya," ungkap Gower.

Produk ini memang cukup tenar, tidak hanya wanita dewasa yang menggunakannya, tetapi banyak anak-anak dan beberapa pria juga menggunakan bedak ini. “Mereka seharusnya diberitahu tentang risiko, tetapi sampai sekarang mereka tidak tahu betapa bahayanya bedak talek ini," tegas Gower.

Fakta Bedak Talek

Bedak talek yang banyak beredar di pasaran terbuat dari talc atau mineral lunak yang ternyata memiliki debu berbahaya di dalamnya. Penelitian menunjukkan bahwa ada risiko kontaminasi silang selama membuatan.

Paparan serat debu ini pun telah dikaitkan dengan mesothelioma, kanker agresif yang berkembang di lapisan paru-paru, perut, atau jantung. Tetapi, fakta lain menjelaskan bahwa bahan yang berpotensi beracun ini secara bertahap dihapus pada tahun 1980-an, karena kandungannya membahayakan manusia.

Bisakah "talc" menyebabkan kanker?

American Cancer Society menyatakan, sejauh ini belum ada kepastian yang menjelaskan talc bisa meningkatkan pertumbuhan sel kanker, khususnya di ovarium. Tetapi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, cabang dari Organisasi Kesehatan Dunia, mengklasifikasikan bedak ini mengandung debu yang bersifat karsinogenik bagi manusia.

Lebih lanjut, Profesor Paul Pharoah, seorang ahli epidemiologi di Universitas Cambridge, tidak melihat hubungan kuat antara talc dan kanker ovarium. Dia menjelaskan, bukti hubungan kausal antara penggunaan talc genital dan risiko kanker ovarium lemah.

Tetapi penelitian telah berulang kali menunjukkan hal yang berlawanan dalam beberapa tahun terakhir. Peneliti Harvard University menemukan pada 2008 bahwa wanita yang menggunakan bedak talek setiap hari 40 persen lebih mungkin mengembangkan kanker ovarium.

Penelitian ini mempelajari 3.000 wanita dan menemukan bahwa menggunakan talek dalam seminggu sekali meningkatkan risiko kanker sebesar 36 persen, meningkat menjadi 41 persen bagi mereka yang menggunakannya setiap hari.

Dr Maggie Gates, yang memimpin penelitian yang diterbitkan dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention, mendesak para wanita untuk berhenti menggunakan talc sampai penelitian lebih lanjut selesai.

Dr Daniel Cramer, seorang ahli epidemiologi di Harvard University dan konsultan untuk salah satu uji coba melawan Johnson & Johnson, telah menemukan kaitan serupa. Sejak 1982, dia telah menerbitkan sejumlah studi tentang hubungan potensial antara talc dan kanker ovarium. Mereka menunjukkan fakta bahwa beberapa bedak telak mampu meningkatkan risiko kanker sebesar 30 persen. (*)