390 Personil TNI Antisipasi Potensi Sabotase Pilkada

Dandim 0722 Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo mengecek kesiapan personel untuk pengamanan Pilkada di Lapangan Makodim, Senin (25/6) siang. (Mc. Thoriq)

KUDUS, KRJOGJA.com - Sebanyak 390 personel dari Kodim 0722 Kudus dibantu satu kompi  115 anggota Yonif 410 Alugoro, dan 15 personil intel Kodam IV Diponegoro diterjunkan untuk pengamanan pilkada di bawah kendali operasi (BKO) Polres setempat. Ratusan personel tersebut disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan dan sabotase pesta demokrasi yang digelar serentak, Rabu (27/6).  

“Kami berharap para personel TNI dapat menjalankan tugas sebaik- baiknya. Anggota siap bertindak tegas namun tetap prosedural di bawah kendali Polres. Kalau kita temukan pelanggaran, kita serahkan ke petugas penegakan hukum terpadu,” ujar Komandan Kodim 0722 Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo, usai apel kesiagaan pengamanan pilkada di halaman Makodim setempat, Senin (25/6) siang.

Anggota Yonif 410 Alugoro dalam tugasnya dilengkapi senjata laras panjang. Bukan berarti Kudus dalam kondisi mencekam. Namun hal itu sesuai prosedur, sebagai bagian kelengkapan personel operasional.

Menurutnya, personel Yonif 410 Alugoro akan difokuskan untuk pengamanan kotak suara, sebelum dan paska pencoblosan hingga di tempat Panitia Pemilih Kecamatan (PPK). Hal itu untuk menjawab keraguan publik untuk memastikan tidak ada kecurangan.

Potensi persoalan lain yang diantisipasi yakni adanya politik uang. Bersama dengan Polres dan penyelenggara Pilkada, pantauan di lapangan dioptimalkan. “Kami tetap bertindak netral, dan siap mengamankan pilkada sebaik- baiknya,” tegasnya.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menyatakan siap mengoptimalkan seluruh petugas untuk menghadapi semua potensi kerawanan. Pihaknya juga menegaskan kembali soal netralitas seluruh anggotanya, untuk menjaga Kudus tetap kondusif. (Trq)

Tulis Komentar Anda